Setiap peserta wajib membawa alat seduh sendiri, sementara biji kopi disediakan oleh panitia dari hasil panen petani Muria.
“Kami ingin menjaga keaslian cita rasa lokal. Karena itu, semua peserta wajib menggunakan biji kopi dari wilayah Muria,” jelas Islah.
Pendaftaran kompetisi dibuka gratis pada 20–25 Oktober 2025 dengan total hadiah mencapai Rp 8 juta. Peserta akan diberi waktu lima menit untuk persiapan dan lima menit untuk penyeduhan. Hasil racikan kemudian diuji melalui blinding test atau uji cita rasa buta oleh juri.
Selain kompetisi, pengunjung juga bisa menikmati pameran UMKM yang menampilkan berbagai produk turunan kopi, kuliner khas Kudus, hingga merchandise bertema kopi.
Islah menyebut, beberapa produk kopi Muria bahkan sudah tampil di ajang pameran internasional di Libya.
“Itu bukti bahwa kopi Muria punya potensi besar untuk menembus pasar dunia. Lewat festival ini kami ingin memperkuat branding-nya,” imbuhnya. (adm/iza)










