Kudus  

Kasus Stroke Meningkat, RS Mardi Rahayu Ajak Masyarakat Hidup CERDIK

KUDUS, Joglo Jateng – Dalam rangka memperingati Hari Stroke Sedunia yang jatuh setiap tanggal 29 Oktober, RS Mardi Rahayu kembali menggelar kegiatan sosial dan edukatif melalui Gathering Komunitas Peduli Stroke. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 100 peserta. Acara ini dikemas dalam suasana hangat dan penuh semangat dengan berbagai kegiatan seperti pemeriksaan gula darah, kolesterol, tekanan darah, senam bersama, serta edukasi kesehatan secara gratis.

Peringatan tahun ini mengusung tema internasional Every Minute Counts atau Setiap Menit Berharga. Mengingat waktu menjadi faktor penentu keberhasilan penanganan stroke.

“Peringatan Hari Stroke Sedunia adalah momen untuk mengingatkan kita semua bahwa stroke masih menjadi ancaman nyata di sekitar kita,” hal ini disampaikan dr. Pujianto, Direktur Utama RS Mardi Rahayu pada Rabu, (29/10).

Ia menambahkan, Stroke merupakan penyebab kematian terbanyak di Indonesia, mencapai 131,8 jiwa per 100.000 penduduk. Karena itu, setiap menit sangat berharga dalam penanganan stroke.”

Berdasarkan data internal RS Mardi Rahayu, jumlah pasien stroke terus mengalami peningkatan signifikan. Pada tahun 2023 tercatat 14.804 kunjungan rawat jalan, naik menjadi 27.901 pasien pada 2024, dan hingga September 2025 sudah mencapai 24.887 pasien. Sementara untuk rawat inap, tahun 2023 terdapat 2.243 pasien, meningkat menjadi 2.952 pasien di 2024, dan hingga September 2025 sudah 2.358 pasien.

“Tren kenaikan ini menjadi alarm bagi kita semua. Faktor risiko utama stroke adalah gaya hidup tidak sehat, kurang aktivitas fisik, serta penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol,” lanjutnya.

Dalam kegiatan gathering tersebut, para peserta juga mendapat edukasi kesehatan bertema Menurunkan Risiko Stroke dengan Mengubah Gaya Hidup oleh dr. Noviandi Herlambang, dokter spesialis neurologi RS Mardi Rahayu. Dilanjutkan sesi Latihan Fisioterapi Pasca Stroke untuk Pemulihan oleh fisioterapis Dian Purbasari Maharti.

Sebagai rumah sakit rujukan stroke, RS Mardi Rahayu mengembangkan layanan unggulan bernama STROKE PASTI (Pelayanan Stroke Terintegrasi). Melalui layanan ini, pasien mendapatkan jalur cepat (fast track) sejak tiba di IGD. Pemeriksaan CT-Scan dalam waktu kurang dari lima menit, hingga pemberian terapi dalam periode emas 4,5 jam pertama.

“Kami juga menyediakan layanan ambulans jemput gratis 24 jam agar pasien bisa segera mendapat pertolongan. Tujuannya agar angka kematian dan kecacatan akibat stroke bisa ditekan semaksimal mungkin,” lanjutnya.

Selama masa perawatan, pasien dirawat di Unit Stroke Khusus, sementara keluarga mendapatkan edukasi mengenai perawatan pasca-stroke di rumah.

“Kami bahkan menyediakan layanan antar pulang gratis sebagai bagian dari konsep pelayanan stroke yang menyeluruh. Dari rumah ke rumah sakit, hingga kembali ke rumah lagi,” tambahnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk mengenali tanda-tanda stroke dengan slogan SEGERA KE RS, yang berarti Segera ke Rumah Sakit. Jika muncul gejala seperti wajah mencong, bicara pelo, atau kelemahan anggota tubuh secara tiba-tiba.

“Jangan diberi minum, jangan dikompres, apalagi ditunggu-tunggu. Segera bawa ke rumah sakit karena waktu adalah otak,” tegasnya.

Pujianto berpesan, baik muda maupun tua, semua harus sadar bahwa stroke bisa menyerang siapa saja. Mulailah dengan gaya hidup CERDIK, Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan rokok, Rajin olahraga, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres.(uma)