JEPARA, Joglo Jateng – Program Keluarga Berencana (KB) yang digencarkan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Jepara menunjukkan hasil positif. Sosialisasi yang dijalankan, dinilai telah menyentuh berbagai lapisan masyarakat, termasuk kalangan pekerja industri.
Kabid Keluarga Berencana dan Pengendalian Penduduk pada (DP3AP2KB) Jepara, Djami Rosjadi menyebutkan, meningkatnya minat masyarakat terhadap Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) menjadi salah satu indikator keberhasilan sosialisasi program KB.
“Program KB sudah menyentuh masyarakat luas. Peminat MKJP meningkat sekitar 40 persen dibanding sebelumnya. Hal ini terlihat dari data pelayanan di bidan praktik mandiri (PMB) dan klinik swasta,” ujar Djami, Kamis (30/10).
Djami menyampaikan, jenis kontrasepsi yang diminati masyarakat terbagi dalam dua kategori. Untuk MKJP meliputi implan, IUD, MOW, dan MOP. Sementara untuk non-MKJP meliputi pil, suntik, kondom, serta metode kontrasepsi alami (MAL).
Hingga akhir Oktober 2025, jumlah peserta MKJP di Jepara mencapai 31.618 akseptor. Rinciannya, 21.853 akseptor menggunakan implan, 5.346 menggunakan IUD, 223 mengikuti program vasektomi (MOP), dan 4.196 menjalani tubektomi (MOW).
Lebih lanjut dijelaskan, keberadaan klinik dan kelompok Satyagatra juga memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan pelayanan KB. “Klinik menjadi ujung tombak agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan KB, termasuk di wilayah yang jauh dari fasilitas kesehatan pemerintah,” tambahnya.










