PATI, Joglo Jateng – Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) mencatat sejarah baru. Kampus ini sukses menyelenggarakan Wisuda Perdana Program Pascasarjana di Aula 2 Kampus IPMAFA, Sabtu (8/11).
Mengusung tema “Kampus Pesantren: Merawat Turats, Meneguhkan Nilai, dan Menyongsong Moderitas”, acara ini menjadi tonggak penting bagi IPMAFA dalam memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren. Hal ini yang berkomitmen menjaga warisan keilmuan Islam klasik (turats) sekaligus menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Hadir dalam acara tersebut Dr. (H.C.) K.H. Zulfa Mustofa, Wakil Ketua Umum PBNU, yang sekaligus menyampaikan orasi ilmiah. Dalam pidatonya, ia mengapresiasi penggunaan Bahasa Arab dalam wisuda Magister Pendidikan Bahasa Arab, sebagai bukti IPMAFA tetap melestarikan tradisi keilmuan para Masyayikh Mathali’ul Falah.
Ia berpesan agar IPMAFA terus menjaga keseimbangan antara penguasaan turats qadim (kitab klasik) dan ilmu modern. “Prodi Bahasa Arab harus mampu membaca turats qadim, kitab klasik, agar ruh pesantren tetap hidup di tengah modernitas,” tegasnya.
Rektor IPMAFA, KH. Abdul Ghofarrozin, M.Ed., menegaskan, wisuda perdana ini menjadi momentum penting dalam perjalanan akademik IPMAFA. Menurutnya, program pascasarjana lahir sebagai bentuk komitmen kampus pesantren untuk melahirkan akademisi yang berilmu, berakhlak, dan moderat.
“Kami ingin mencetak lulusan yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam nilai dan akhlak pesantren,” ujarnya.
Sebanyak 18 wisudawan dari Program Magister Pendidikan Bahasa Arab turut dikukuhkan dalam wisuda ini. Salah satu lulusan terbaik, Siti Muizah, S.S., M.Pd., yang mengungkapkan rasa syukur dan harunya.
“Sejak kecil aku bermimpi menjadi guru, dan IPMAFA menjadi tempatku menimba ilmu bukan hanya untuk gelar, tapi untuk keberkahan,” ucapnya.
Ia menambahkan, pembelajaran bahasa Arab yang dipadukan dengan teknologi dan riset ilmiah adalah bentuk nyata adaptasi pesantren terhadap kemajuan zaman. “Bahasa Arab harus menjadi ilmu yang progresif, mencerdaskan, dan menerangi bangsa,” tambahnya.
Wisuda perdana ini menjadi simbol kematangan IPMAFA dalam memadukan tradisi keilmuan klasik, intelektualitas modern, dan spiritualitas pesantren. Melalui para lulusan magister yang unggul dan moderat, IPMAFA bertekad terus menebarkan nilai-nilai kemanusiaan, keislaman, dan kebangsaan di tengah masyarakat. (dzk/fat)










