KENDAL, Joglo Jateng – Mahasiswa KKN UIN Walisongo dari Divisi Pendidikan dan Agama menggelar sosialisasi bertajuk “Pengenalan Perpustakaan Digital” di MI NU 68 Leban.
Kegiatan ini menyasar siswa kelas 4, 5, dan 6 sebagai upaya meningkatkan literasi digital serta menanamkan pemahaman bahwa membaca kini dapat dilakukan melalui perangkat digital, tidak hanya terbatas pada buku fisik.
Sosialisasi yang berlangsung pada Jumat, 24 Oktober 2025 ini diawali dengan pengenalan konsep perpustakaan digital, dilanjutkan dengan praktik langsung penggunaan aplikasi iPusnas sebagai contoh platform perpustakaan digital nasional.
Sejak awal kegiatan, siswa menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka tampak penasaran dan bersemangat mengikuti setiap penjelasan dari mahasiswa KKN.
Ivana Putri, pemateri dalam kegiatan ini, menjelaskan pentingnya mengenalkan teknologi literasi sejak dini.
“Perpustakaan digital memperlihatkan bahwa membaca tidak harus selalu melalui buku fisik. Anak-anak bisa membaca menggunakan gadget yang mereka gunakan sehari-hari, kapan pun dan di mana pun,” ungkapnya.
Menurut Ivana, pengenalan perpustakaan digital tidak hanya membuka akses bacaan yang lebih luas, tetapi juga bertujuan mengubah pandangan siswa terhadap penggunaan gawai.
Selama ini, gawai sering dianggap sebagai sumber distraksi karena lebih banyak digunakan untuk bermain gim atau media sosial.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap siswa dapat memanfaatkan gawai secara lebih positif dan produktif.
Sesi sosialisasi diawali dengan pemaparan mengenai berbagai platform perpustakaan digital yang bisa digunakan.
Mahasiswa kemudian membimbing siswa mengunduh aplikasi iPusnas, melakukan login menggunakan akun Gmail, serta mempraktikkan cara mencari, meminjam, dan membaca buku secara daring.
Setelah itu, siswa diajak mencoba langsung fitur-fitur aplikasi melalui handphone mereka.
Banyak yang tampak terkejut mengetahui bahwa mereka dapat membaca beragam buku tanpa harus pergi ke perpustakaan.
Kegiatan berlangsung interaktif, mahasiswa membantu siswa satu per satu agar memahami cara penggunaan aplikasi dengan baik.
Pihak sekolah menyambut positif kegiatan ini dan menilai sosialisasi perpustakaan digital sebagai langkah penting untuk meningkatkan budaya literasi di tengah perkembangan teknologi.
Banyak siswa sudah familiar dengan perangkat digital, namun belum diarahkan untuk memanfaatkannya sebagai sarana belajar.
Selain bermanfaat bagi siswa, kegiatan ini juga menjadi pengalaman pembelajaran bagi mahasiswa KKN dalam berinteraksi dengan masyarakat dan memahami dinamika pendidikan dasar di era digital.
Mereka dituntut menyampaikan materi dengan cara yang menyenangkan agar siswa mudah memahami dan tidak merasa terbebani.
Selama kegiatan, beberapa siswa menunjukkan rasa ingin tahu tinggi. Mereka bertanya tentang cara mencari buku cerita favorit hingga bagaimana menyimpan buku ke daftar bacaan.
Beberapa di antara mereka bahkan langsung membaca buku digital yang direkomendasikan. Hal ini menunjukkan bahwa literasi digital dapat tumbuh dengan baik ketika diarahkan dengan benar.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan refleksi bersama. Mahasiswa KKN berpesan agar siswa terus bersemangat membaca dan memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat.
“Dengan perpustakaan digital, tidak ada alasan lagi untuk berhenti membaca,” ujar Ivana menutup kegiatan.
Melalui sosialisasi ini, siswa MI NU 68 Leban diharapkan menjadi generasi yang melek literasi digital dan mampu memanfaatkan teknologi untuk memperluas wawasan.
Kegiatan ini bukan sekadar pengenalan aplikasi, tetapi langkah nyata menuju transformasi budaya belajar yang lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan zaman. (*/dzk).










