REMBANG, Joglo Jateng – SMP Negeri 1 Lasem kembali menghidupkan semangat kearifan lokal melalui program kokurikuler bagi siswa kelas 9. Program yang telah berjalan selama tiga tahun ini mengusung pembelajaran kreatif dengan mengangkat budaya khas Lasem, yaitu batik tulis.
Kepala SMP 1 Lasem, Estu Budi Winarni menjelaskan, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari penerapan Kurikulum 2013 yang menekankan pada nilai-nilai lokal. Keberadaan sekolah di Kecamatan Lasem, membuat pihaknya mengambil batik tulis Lasem.
Tahun ini, program batik untuk kelas 9 dirancang lebih matang dan kreatif. Selama 13 minggu, para siswa belajar dari pengenalan teori hingga praktik langsung membatik.
“Untuk proses membatiknya direncanakan selama 13 minggu. Mulai dari pengenalan materi, mendatangkan narasumber dari wali murid yang juga pengrajin batik, hingga praktik membuat desain, pola, lengreng, sampai pewarnaan,” jelasnya.
Estu menambahkan, kolaborasi dengan narasumber lokal menjadi nilai tambah tersendiri. Salah satunya berasal dari pemilik sorum batik Real Asto yang juga orang tua siswa.
“Kami bekerja sama dengan pengrajin lokal agar anak-anak bisa belajar langsung dari praktisi,” tambahnya.
Setelah melalui berbagai tahapan, hasil karya siswa kini sudah mencapai tahap akhir. “Minggu kemarin sudah sampai tahap terakhir, yaitu pelorotan. Jadi batiknya sudah jadi, cantik sekali,” katanya.
Tidak berhenti di situ, karya batik para siswa nantinya akan dipresentasikan dan dipamerkan dalam bentuk fashion show. Kegiatan ini sebagai penutupan program kokurikuler.
“Selain kreativitas, kami juga ingin melatih kemampuan berbicara siswa melalui presentasi. Rencananya, setelah itu ada parade fashion show batik sebagai penutupan kegiatan,” imbuhnya.
Program ini tidak hanya menumbuhkan apresiasi terhadap budaya, tetapi juga melatih jiwa kewirausahaan siswa. “Hasil karya anak-anak berupa taplak batik akan kita jual. Jadi mereka belajar juga tentang kewirausahaan,” jelasnya. (uma/fat)












