SEMARANG, Joglo Jateng – Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) kembali meneguhkan posisinya sebagai perguruan tinggi dengan kiprah global. Setelah meraih pengakuan internasional melalui pemeringkatan AppliedHe, kini UPGRIS memperluas jejaringnya dengan menjalin kerja sama riset kecerdasan buatan bersama Chongqing University of Posts and Telecommunications (CQUPT), Tiongkok.
Kolaborasi ini ditandai dengan peresmian “CQUPT–UPGRIS Joint Laboratory on Multilingual and Multimodal Large Model”. Sebuah laboratorium riset bersama yang fokus mengembangkan teknologi artificial intelligence, khususnya large language model (LLM) multibahasa dan multimodal. Peresmian berlangsung di kampus CQUPT, Chongqing, Tiongkok, belum lama ini.
Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati menyat akan bahwa pembentukan laboratorium bersama ini menjadi langkah penting bagi kedua institusi.
Pada agenda penandatanganan kerja sama tersebut turut hadir Wakil Rektor I Dr. Muniroh Munawar, dan Kepala Bagian Kerja Sama Luar Negeri KUI Mega Novita. Sementara dari pihak CQUPT hadir Prof. Qinghua Zhang selaku Vice President, bersama delegasi berbagai universitas dunia dari Tajikistan, Polandia, dan Uzbekistan. UPGRIS menjadi satu-satunya kampus yang menjalankan kerja sama riset AI dengan CQUPT.
Menurut Rektor, kerja sama ini membuka babak baru kolaborasi riset antara Indonesia dan Tiongkok.
“Laboratorium ini menjadikan UPGRIS sebagai salah satu perguruan tinggi swasta pertama di Indonesia yang terlibat langsung dalam inisiatif riset kecerdasan buatan dalam skala internasional bersama institusi riset Tiongkok,” terangnya.










