Tak berhenti di internal sekolah, Nur Hadi juga aktif menjalin kerja sama dengan paguyuban wali murid. Baginya, sekolah akan berkembang maksimal jika orang tua merasa ikut memiliki.
“Kami mengajak wali murid agar merasa memiliki sekolah ini. Dengan begitu, mereka bisa ikut memberikan masukan dan dukungan untuk program-program positif,” tambahnya.
Di balik kesederhanaannya, Nur Hadi menyimpan jiwa kompetitif. Ia gemar mengikuti lomba dan menganggap bahwa hidup adalah ajang perjuangan yang melatih keberanian dan kedewasaan.
“Hidup itu perlombaan. Kalau hidup tidak pernah bertempur, artinya tidak punya sejarah. Lomba melatih keberanian, kedewasaan, dan tanggung jawab,” ujarnya.
Kesibukan sebagai kepala sekolah tak menghalanginya untuk tetap dekat dengan keluarga. Ia juga menyalurkan hobi dengan beternak ayam dan melukis kaligrafi, dua aktivitas yang menurutnya memberi ketenangan sekaligus ruang refleksi.
Sebagai pemimpin yang selalu memulai perubahan dari diri sendiri, Nur Hadi berharap kehadirannya membawa SD 1 Barongan semakin dipercaya masyarakat.
“Harapan saya, SD 1 Barongan bisa terus meningkatkan mutu dan kualitas, serta menjaga kepercayaan masyarakat. Semua itu dimulai dari semangat kebersamaan dan keterbukaan,” tutupnya. (uma/iza)










