SEMARANG, Joglo Jateng – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah meminta PBNU segera menemukan formulasi terbaik untuk mengakhiri polemik di tingkat pusat, sebelum perbedaan pendapat merembet ke wilayah dan cabang.
Permintaan itu disampaikan Ketua PWNU Jateng Abdul Ghaffar Rozin sebagai respons atas menghangatnya dinamika internal terkait desakan sebagian pihak syuriah agar Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mundur dari jabatannya.
“(Kami) memohon kepada PBNU untuk mencari formulasi terbaik atas perbedaan pendapat yang sangat berpotensi mengganggu soliditas dan konsolidasi NU secara nasional,” ujarnya.
Sebelumnya, suhu politik di tubuh PBNU memanas akibat dua isu yang menyeruak, yakni tudingan mengundang narasumber yang dinilai terafiliasi dengan Zionisme dalam kegiatan Akademi Kepemimpinan Nasional (AKN) NU, serta dugaan pengelolaan keuangan organisasi yang disebut tidak sesuai aturan internal. Gus Yahya menolak desakan mundur tersebut, menegaskan bahwa dirinya masih memegang mandat muktamar selama lima tahun, sekaligus meragukan keabsahan risalah yang berisi tuntutan terhadap dirinya.
Dalam pernyataannya, Gus Rozin menekankan tiga sikap PWNU Jateng. Pertama, PWNU dan PCNU tidak memiliki kapasitas untuk memberikan dukungan atau penolakan atas perbedaan pendapat yang terjadi di PBNU.
“PWNU dan PCNU tidak memiliki kapasitas untuk melibatkan diri dalam memberikan atau tidak memberikan dukungan terhadap perbedaan pendapat yang terjadi di PBNU,” jelasnya.
Kedua, PWNU Jateng memohon PBNU segera merumuskan langkah terbaik agar konflik mereda dan tidak mengganggu soliditas NU secara nasional.










