Kendal  

Belasan Truk Sampah Terpaksa Menginap di TPA Darupono, Ini Penyebabnya

TERHAMBAT: Sejumlah armada pengangkut sampah terpaksa menginap di TPA Darupono karena tak bisa bongkar muatan. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Belasan truk pengangkut sampah terpaksa menginap di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Darupono, Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal. Para sopir tidak bisa menurunkan muatan karena area pembuangan sudah penuh sesak.

Salah satu sopir, Krisno, yang datang dari Cepiring mengaku tidak punya pilihan selain meninggalkan truknya. Sejak tiba pagi hari hingga menjelang sore, antrean tak kunjung bergerak. “Dari pagi sampai sore belum bisa menurunkan sampah. Jarak saya jauh dari Cepiring, jadi tidak mungkin dibawa pulang lagi,” ujarnya, Selasa (25/11/25).

Menurut Krisno, kondisi overload ini bukan hal baru. Sudah lebih dari satu bulan TPA Darupono tidak mampu menampung sampah secara normal. Namun, kali ini ia menyebut sebagai yang paling parah.

“Kondisi darurat seperti ini merugikan kami. Selain rugi waktu dan biaya, warga juga tahunya sampah harus terangkut. Kalau situasinya begini, kami serba salah,” ungkapnya.

Di sisi lain, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari membenarkan bahwa TPA Darupono kini berada pada kondisi kritis. TPA tersebut merupakan satu-satunya tempat pembuangan sampah yang dimiliki Kabupaten Kendal.

“Kondisi TPA Darupono memang sudah overload. Ini menjadi perhatian khusus kami,” terangnya.

Dikatakannya, sebagai langkah sementara, Pemkab Kendal telah mengeluarkan Surat Edaran agar setiap desa membentuk bank sampah. Namun, bupati mengakui implementasinya terkendala anggaran desa.

“Kami sudah mengimbau desa-desa membentuk bank sampah, tetapi banyak yang terbatas anggaran sehingga belum bisa berjalan,” jelasnya.

Terkait Surat Perintah dari Kementerian Lingkungan Hidup, Dyah mengatakan bahwa ada perkembangan positif, terutama soal penambahan jumlah TPS 3R sehingga Kendal terhindar dari sanksi yang lebih berat.

“Penanganan TPA selanjutnya masih dalam tahap perencanaan. Termasuk rencana penambahan fasilitas pengolahan sampah,” katanya. (ags/adf)