Terpisah, Kepala Desa Sidomukti mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya sudah mengajukan permohonan kuota. Namun, informasi yang diterima menyebutkan kuota untuk tahap pertama telah habis dialokasikan.
“Katanya nanti setelah tahap pertama selesai, Sidomukti akan diprioritaskan. Semoga setelah ini desa kami bisa mendapatkan kuota,” harapnya.
Target 12 Ribu Sambungan
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Jargas Rumah Tangga, Akhmad Rading menyebutkan bahwa terdapat 12.086 calon pengguna di Kabupaten Kendal. Weleri menjadi daerah pertama yang dibangun jaringan gas rumah tangga.
“Jaringan gas mulai dikerjakan sejak 17 November 2025 dan ditargetkan selesai 14 Juli 2026. Aktivasi dilakukan pada 2026 setelah konstruksi rampung,” terangnya.
Akhmad menjelaskan, penggunaan gas bumi memiliki sejumlah keunggulan. Sistem distribusi melalui pipa dianggap lebih aman, praktis karena tidak perlu mengganti tabung, tersedia 24 jam nonstop, dan lebih hemat dibandingkan LPG non-subsidi.
“Jargas lebih bersih karena tidak menghasilkan banyak asap dan tidak meninggalkan jelaga. Namun, pada tahap awal ini pembangunan masih difokuskan untuk kebutuhan rumah tangga, sementara sektor bisnis menunggu tahapan selanjutnya,” pungkasnya. (ags/adf)










