Kendal  

Diduga Terkendala Survei, Desa Sidomukti Gagal Masuk Kuota Jargas Tahap Pertama

Camat Weleri, Dwi Cahyono Suryo. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Dari 16 desa di Kecamatan Weleri, sebanyak 15 desa telah resmi masuk daftar calon penerima Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga (Jargas) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sayangnya, Desa Sidomukti menjadi satu-satunya wilayah yang belum terakomodasi dalam kuota tahap pertama ini.

Camat Weleri, Dwi Cahyono Suryo menjelaskan bahwa tidak masuknya Desa Sidomukti diduga berkaitan dengan kendala tim saat melakukan survei lapangan. Padahal, survei ini sangat krusial untuk memverifikasi kelayakan pemasangan jaringan gas di rumah calon pengguna.

“Kurang satu, Desa Sidomukti. Mungkin tim survei ada kendala di lapangan. Katanya ada oknum yang ingin ikut tim survei tapi meminta bayaran lebih tinggi. Tapi itu tidak mungkin karena ini program PSN (Proyek Strategis Nasional),” katanya, belum lama ini.

Lebih Murah dari LPG

Dwi menyayangkan desa tersebut belum dapat terlibat dalam tahap awal pembangunan Jargas. Menurutnya, jaringan gas bumi akan sangat membantu perekonomian masyarakat karena pengguna tidak perlu lagi membeli tabung LPG untuk kebutuhan sehari-hari.

“Gas ini nanti ada meterannya seperti PDAM, jadi lebih ekonomis. Tabung gas (LPG 3kg, Red) sekitar Rp 18.000. Kalau ini katanya hanya Rp 4.250 per meter kubik. Lebih murah dan hemat,” jelasnya.

Saat ini, pemasangan jaringan gas bumi telah dimulai dari Desa Tratemulyo. Petugas lapangan terlihat mulai melakukan instalasi di sejumlah titik. Kecamatan Weleri sendiri didapuk menjadi lokasi pilot project Jargas di Kabupaten Kendal.

“Sosialisasi dan daftar ulang sudah dilaksanakan. Hari ini mulai launching pemasangan instalasi jaringan gas bumi,” terangnya.