KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus kembali menunjukkan komitmennya dalam merespons cepat laporan masyarakat. Hal ini dibuktikan melalui kegiatan kerja bakti pembersihan gorong-gorong di Jalan KH. Moh. Arwani, tepatnya dari perempatan Sucen ke arah utara, pada Jumat (12/12).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut nyata dari laporan masyarakat yang masuk melalui layanan pengaduan “Wadul K1&K2” terkait kondisi saluran air yang memprihatinkan di kawasan tersebut. Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, hadir langsung memimpin pengecekan dan kerja bakti bersama jajaran TNI, Polri, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, relawan, serta masyarakat sekitar.
Prioritas Penanganan Banjir dan Sinergi
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sam’ani menegaskan bahwa percepatan penanganan aduan warga menjadi prioritas utamanya. Langkah ini dinilai krusial, terutama sebagai upaya antisipasi munculnya genangan air saat intensitas hujan tinggi.
“Kami ingin memastikan semua laporan masyarakat ditangani segera. Termasuk menjaga fungsi gorong-gorong agar aliran air lancar dan lingkungan tetap aman,” ujarnya.
Bupati juga memberikan apresiasi tinggi atas sinergi yang terjalin antar instansi dan elemen masyarakat. Menurutnya, kolaborasi di lapangan membuat proses pembersihan saluran berjalan efektif.
“Hari Jumat yang sangat barokah, semoga kolaborasi ini mendatangkan keberkahan. Gotong royong adalah kekuatan kita,” imbuhnya.

Apresiasi dan Komitmen Warga
Sementara itu, Lurah Kajeksan, Mardi, menyampaikan rasa terima kasihnya atas respons cepat pemerintah daerah. Ia menjelaskan bahwa pihaknya bersama warga telah berkoordinasi sejak laporan pertama masuk, termasuk melakukan pengecekan awal di lokasi.
Mardi berjanji, pihak kelurahan akan terus memantau kondisi lingkungan pasca-pembersihan dan aktif mengajak warga untuk menjaga kebersihan agar persoalan penyumbatan tidak terulang kembali.
“Terima kasih kepada Bupati dan seluruh jajaran yang bergerak cepat. Kerja bakti ini sangat membantu mengatasi penyumbatan saluran yang dikeluhkan warga,” ujar Mardi.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Kudus berharap partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat, sekaligus memperkuat budaya tanggap terhadap potensi permasalahan di lingkungan permukiman. (hms/fat)










