KUDUS, Joglo Jateng – Suasana halaman Pondok Pesantren Raudlatuth Thalibin terasa berbeda pada puncak peringatan Haul ke-68 KH Raden Asnawi. Ribuan jamaah larut dalam kekhusyukan doa mengenang sosok ulama besar yang jejak spiritual dan keilmuannya masih hidup hingga kini.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, turut hadir membaur bersama masyarakat Kudus dalam momen refleksi tersebut. Di hadapan para santri dan tokoh masyarakat, pria yang akrab disapa Gus Yasin ini mengungkapkan kekagumannya yang mendalam terhadap sosok almarhum.
Menurutnya, KH Raden Asnawi bukan sekadar pengajar ilmu agama, melainkan figur sentral yang berhasil membangun peradaban dengan nilai-nilai spiritual yang kuat.
Sosok Pembangun Peradaban
Gus Yasin menilai pengaruh KH Raden Asnawi sangat luas, tidak hanya di lingkungan pesantren tetapi juga meresap ke sendi kehidupan sosial masyarakat Kudus.
“Membangun peradaban itu tidak mudah. Tidak semua tokoh agama mampu memberi pengaruh luas seperti beliau,” tutur Gus Yasin.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa wajah religius Kabupaten Kudus saat ini tak lepas dari warisan para ulama terdahulu. Tradisi menghormati guru dan menjaga adab keilmuan telah menjadi karakter khas masyarakat “Kota Kretek” yang terpelihara lintas generasi.
“Kudus punya magnet keilmuan yang luar biasa. Sanad keilmuannya kuat, diwariskan dari para leluhur,” imbuhnya.










