Tantangan SDM hingga Koleksi
Shoelchan menegaskan, kendala utama yang sering dihadapi dalam proses akreditasi adalah persoalan SDM dan sarana prasarana yang berada di luar kewenangan Dinarpus. Untuk perpustakaan sekolah, kewenangan ada di dinas pendidikan, sedangkan perpustakaan desa bergantung pada pemerintah desa dan anggarannya.
“Termasuk juga koleksinya. Kalau koleksi ya di sana (pihak sekolah/desa), kami hanya membimbing dan memandu pengelolaannya,” imbuhnya.
Selain administrasi, inovasi perpustakaan juga menjadi faktor penting dalam penilaian akreditasi. Meski belum semua inovasi berjalan sempurna, langkah-langkah kecil dinilai tetap penting selama dilakukan secara konsisten.
Terkait jadwal, kegiatan pembinaan tahun ini telah terlaksana. Untuk tahun depan, jadwal masih menunggu penyesuaian kebijakan dan kesiapan sekolah.
“Kemarin tahun ini sudah. Yang jelas pembinaan ke sekolah dan desa tetap berjalan, selain untuk menunjang akreditasi, ini juga tanggung jawab kami membina manajerialnya,” pungkasnya. (uma/fat)










