REMBANG, Joglo Jateng – SMP Negeri 1 Kaliori kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 3 Lomba Sekolah Sehat tingkat Kabupaten Rembang. Capaian ini merupakan buah dari komitmen sekolah dalam menerapkan Gerakan Sekolah Sehat (GSS) melalui program 5 Sehat secara konsisten dan berkelanjutan.
Kepala SMP Negeri 1 Kaliori, Sukantiningsih menjelaskan, pola hidup sehat telah menjadi budaya sehari-hari bagi seluruh warga sekolah, baik siswa maupun guru.
“Kalau kebiasaan yang dilakukan ya biasa saja, tapi memang kita biasakan kegiatan yang sehat. Ada kegiatan sehat fisik seperti senam dan jalan santai, kegiatan olahraga untuk anak dan guru,” ujarnya, belum lama ini.
Penerapan 5 Aspek Kesehatan
Dalam pelaksanaannya, sekolah menerapkan lima fokus utama. Pertama, Sehat Fisik, di mana sekolah rutin menggelar senam bersama. Khusus Senam Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, dilaksanakan terjadwal setiap Selasa dan Kamis.
Kedua, Sehat Bergizi. Aspek ini diwujudkan melalui kegiatan makan pagi bersama yang rutin digelar setiap Jumat, serta pengelolaan kantin sehat. “Sehat bergizi itu makan pagi bersama, rutin tiap Jumat. Termasuk juga kantin sehat, itu masuk di sehat bergizi,” jelasnya.
Ketiga, Sehat Imunisasi. Sekolah bekerja sama dengan Puskesmas setempat untuk pelaksanaan imunisasi siswa, termasuk pemberian imunisasi HPV.
Keempat, Sehat Jiwa. Sekolah tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga mental spiritual. Kegiatan keagamaan seperti tadarus setiap dua minggu sekali, salat duha, dan salat berjemaah rutin dilakukan. “Itu aplikasi untuk sehat jiwa,” tuturnya.
Kelima, Sehat Lingkungan. Program ini diisi dengan kegiatan Sabtu Bersih. Aksi kebersihan ini dilakukan baik di lingkungan dalam maupun luar sekolah, menyesuaikan kondisi yang ada.
Optimalisasi Peran UKS
Selain lima program tersebut, Sukantiningsih menambahkan bahwa optimalisasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) menjadi poin krusial dalam penilaian. SMP 1 Kaliori menjalankan Trias UKS yang meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sehat.
Untuk mendukung hal tersebut, sekolah memberdayakan sekitar 50 kader UKS dan menerapkan sistem administrasi kesehatan yang rapi.
“Setiap anak punya satu kartu atau buku registrasi. Kalau masuk UKS tercatat tanggal berapa, keluhannya apa, tindakannya apa. Semua siswa warga sekolah punya,” tandasnya. (uma/fat)












