KENDAL, Joglo Jateng – Kabupaten Kendal kembali menegaskan peran strategisnya dalam sistem logistik pangan nasional. Selain sebagai daerah penghasil, Kendal dinilai mampu menjaga stabilitas harga komoditas bawang merah melalui pola tanam yang berkelanjutan.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan panen raya bawang merah di Desa Krompakan, Kecamatan Gemuh, Rabu (31/12/2025). Hadir dalam kesempatan itu Direktur Jenderal (Dirjen) Sayuran, Pangan, dan Obat Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Muhammad Agung Sanusi bersama Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari.
Muhammad Agung Sanusi memaparkan data produksi bawang merah di Provinsi Jawa Tengah sepanjang 2024 yang mencapai 607.897 ton. Angka tersebut dihasilkan dari luas tanam sekitar 53.184 hektare dengan luas panen 52.241 hektare. Adapun produktivitas rata-rata mencapai 11,64 ton per hektare.
“Capaian itu menempatkan Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi utama penghasil bawang merah nasional,” ungkapnya.
Peringkat Empat Sentra Bawang
Dalam peta produksi Jawa Tengah, Kabupaten Kendal menempati peringkat keempat sebagai sentra bawang merah. Kontribusinya tercatat sebesar 4,641 persen atau sekitar 25.166 ton per tahun.
Produksi tersebut dihasilkan dari lahan seluas 2.700 hingga 3.000 hektare dengan produktivitas rata-rata 9,86 ton per hektare. Agung menjelaskan, keunggulan Kendal terletak pada kontinuitas produksi yang berlangsung sepanjang tahun.
“Setiap bulan, sekitar 200 hektare lahan bawang merah masih dalam masa tanam atau panen. Sehingga ketersediaan pasokan dapat terjaga sepanjang tahun,” jelasnya.
Jaga Stabilitas Harga
Ketersediaan pasokan yang stabil berdampak langsung pada pengendalian inflasi daerah. Kondisi harga bawang merah di tingkat petani maupun pasar di Kendal dinilai relatif terkendali dibandingkan daerah lain.
“Kami mencatat indeks kenaikan harga bawang merah di Kendal relatif stabil. Ini menunjukkan peran Kendal dalam menjaga keseimbangan produksi dan harga,” kata Agung.
Kunjungan Kementan ini diharapkan dapat memotivasi para petani dan pelaku usaha tani di Kendal untuk terus meningkatkan produktivitas. Pemerintah pusat berkomitmen mendukung pengembangan kawasan hortikultura guna memperkuat ketahanan pangan nasional. (ags/adf)










