Perjuangan di Balik Layar
Perjalanan menuju panggung juara diakui tidak mudah. Rochim menceritakan, dua hari sebelum pementasan, para pemain sempat mengalami kelelahan ekstrem hingga tertidur di perjalanan. Hal ini dikarenakan mereka harus membagi waktu dengan persiapan Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB).
Namun, dukungan penuh dari orang tua menjadi energi tambahan. Wali murid tidak hanya memberikan izin dan doa restu, tetapi juga turut membantu sumbangan perlengkapan pementasan yang kurang.
“Masukan juri kami terapkan, waktu pementasan kami kelola lebih efektif, dan peran pembantu, khususnya tokoh Sri kami perkuat. Penilaian juri menyebut premis cerita pas dan merata,” jelasnya.
Diminta Tampil di Pendopo
Kesuksesan lakon “Dipaksa Dewasa” menarik perhatian Bupati Kudus. Orang nomor satu di Kudus tersebut secara khusus meminta agar penampilan juara ini dipentaskan kembali di Pendopo Kabupaten Kudus.
Selain teater, SMPN 1 Kudus juga terus mencetak prestasi di bidang non-akademik lain seperti medali emas cabang renang, basket, dan atletik. Ke depan, sekolah juga bersiap melakukan transformasi digital pembelajaran.
“Sekolah menyiapkan pengembangan digitalisasi pembelajaran melalui penataan sarana prasarana dan kerja sama dengan Google, yang direncanakan mulai digarap pada April mendatang,” pungkasnya. (iza/fat)










