Kendal  

Komisi D DPRD Evaluasi RSUD dr Soewondo Kendal, Soroti Nasib Pasien BPJS Nonaktif

Rombongan Komisi D DPRD Kendal saat meninjau pembangunan gedung baru di RSUD dr Soewondo Kendal.
LIHAT DARI DEKAT: Komisi D DPRD Kendal saat meninjau progres pembangunan gedung diagnosis center. (AGUS RIYADI/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kendal melakukan inspeksi mendadak dan evaluasi kinerja ke RSUD dr Soewondo Kendal, Rabu (8/1/2026). Kunjungan kerja ini bertujuan mengevaluasi capaian tahun 2025 sekaligus membedah rencana strategis layanan kesehatan tahun 2026.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan wakil rakyat tampak meninjau langsung progres fisik pembangunan gedung Diagnosis Center dan gedung Onkologi yang menjadi fasilitas unggulan baru. Evaluasi ini menjadi krusial mengingat adanya sorotan terkait kepesertaan BPJS warga Kendal yang dinonaktifkan.

Pendapatan Melampaui Target dan Proyek Fisik

Ketua Komisi D DPRD Kendal, Dedy Ashari Styawan memberikan apresiasi atas kinerja manajemen rumah sakit daerah tersebut. Pasalnya, capaian pendapatan RSUD berhasil melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah.

“Kami mengapresiasi RSUD dr Soewondo Kendal karena pendapatannya bisa melebihi target. Ini menunjukkan manajemen dan pelayanan berjalan cukup baik,” ujar Dedy.

Selain evaluasi kinerja keuangan, rombongan juga meninjau sejumlah proyek infrastruktur strategis yang tengah berjalan, antara lain:

  • Pembangunan gedung Diagnosis Center senilai Rp 9 miliar.
  • Pembangunan gedung Onkologi dengan anggaran Rp 2,5 miliar.
  • Pembangunan rabat beton jalan lingkungan rumah sakit senilai Rp 900 juta.