KEBUMEN, Joglo Jateng – Suasana penuh optimisme mewarnai laporan kinerja tahunan PT BPR BKK Kebumen (Perseroda). Bank milik daerah ini sukses menutup tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp 13,73 miliar atau setara 101,12 persen dari target yang ditetapkan.
Pencapaian gemilang ini melampaui target Rencana Bisnis Bank (RBB) yang telah disepakati sebelumnya. Keberhasilan tersebut berdampak langsung pada penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui setoran dividen yang signifikan.
Setoran Dividen Naik Signifikan
Total alokasi setoran dividen dari keuntungan tahun 2025 tercatat mencapai Rp 5,89 miliar. Berdasarkan data pembagian laba, rincian penerimaan dividen bagi pemegang saham adalah sebagai berikut:
- Pemkab Kebumen (Mayoritas): Menerima Rp 3,11 miliar (naik Rp 897 juta dibanding tahun sebelumnya).
- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah: Menerima bagian sebesar Rp 2,78 miliar.
Selain kontribusi ke daerah, manajemen juga memberikan apresiasi kepada internal perusahaan. Karyawan di kantor cabang dengan kinerja terbaik pada kategori laba, outstanding kredit, dan penurunan Non-Performing Loan (NPL) diganjar insentif berupa bonus sebesar 50 persen dari gaji bulanan.
Dukungan untuk Ekonomi Kerakyatan
Bupati Kebumen, Hj Lilis Nuryani, menyatakan kebanggaannya atas ketahanan finansial PT BPR BKK Kebumen. Ia menekankan bahwa di tengah kebijakan efisiensi anggaran pusat pada 2026, peran bank daerah menjadi sangat krusial sebagai penyokong modal usaha kecil.
“BPR BKK Kebumen harus tampil lebih aktif menggerakkan ekonomi rakyat di pasar, sawah, hingga pelaku UMKM. Saat kemampuan fiskal pemerintah dikelola dengan sangat hati-hati, di situlah peran nyata bank daerah diuji untuk menjaga denyut ekonomi rakyat,” tegas Hj Lilis Nuryani.
Aset Tembus Rp 565 Miliar
Sementara itu, Direktur Utama PT BPR BKK Kebumen, Sutrisno mengungkapkan, pertumbuhan positif ini ditopang oleh tingginya kepercayaan masyarakat. Hal ini tercermin dari indikator keuangan yang solid:
- Total Aset: Rp 565,95 miliar (101,66 persen dari target).
- Dana Pihak Ketiga (DPK): Rp 490,76 miliar.
- Ekspansi Kredit: Rp 365,64 miliar.
Meski gencar menyalurkan kredit, perusahaan tetap berhasil menjaga kualitas kredit dengan menekan rasio kredit macet atau Non-Performing Loan (NPL) ke angka 12,13 persen. Angka ini turun 0,14 poin dari estimasi awal.
“Kami berterima kasih kepada seluruh karyawan atas kinerja keras di 2025. Harapan kami, performa 2026 harus lebih baik dan kembali melampaui target yang ditentukan pemegang saham,” pungkas Sutrisno. (mrn/sam)










