JEPARA, Joglo Jateng – Pasca insiden kebakaran pabrik Jepara yang menimpa PT Chengqi Industrial Indonesia, Polres Jepara bergerak cepat menggandeng Tim Gegana Brimob Polda Jawa Tengah. Langkah ini diambil guna menyelidiki potensi dampak kimia berbahaya di lokasi kejadian, Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari.
Kekhawatiran muncul lantaran pabrik yang memproduksi bahan baku tas dan sepatu tersebut menyimpan material rentan. Tumpukan plastik dan gas LPG aktif yang digunakan sebagai bahan bakar mesin produksi dikhawatirkan memicu residu kimia yang membahayakan lingkungan dan warga sekitar pasca api padam.
Terjunkan 23 Personel Detasemen KBR
Kabag Ops Polres Jepara, Kompol Sutono menjelaskan, pelibatan satuan khusus ini sangat krusial untuk analisis mendalam. Sebanyak 23 personel dari tim Detasemen Kimia, Biologi, dan Radioaktif (KBR) Gegana Brimob telah diterjunkan ke lokasi pada Minggu (18/1).
“Tim Gegana Brimob Polda Jawa Tengah sudah berada di lokasi untuk menganalisa dampak kimia yang ditimbulkan. Total ada 23 personel yang kami libatkan dalam penyelidikan ini,” ujar Kompol Sutono.
Hasil pemeriksaan dari tim KBR Gegana ini nantinya akan menjadi landasan utama bagi kepolisian dan pemerintah daerah dalam mengambil langkah lanjutan. Pihaknya berjanji akan segera mengumumkan hasil analisis tersebut kepada publik jika proses penyelidikan telah rampung.
“Kami masih menunggu hasil analisa. Nanti kalau sudah ada kesimpulan resmi, tentu akan kami sampaikan,” terangnya.
Rugi Rp 5 Miliar dan Korban Luka
Peristiwa kebakaran hebat ini terjadi pada Sabtu (17/1) sekitar pukul 10.30 WIB. Hingga kini, aparat berwenang masih mendalami penyebab pasti kejadian tersebut. Namun, dugaan awal mengarah pada gangguan instalasi listrik akibat faktor alam.
Berikut rincian dampak dan kronologi singkat kejadian:
- Penyebab Sementara: Sambaran petir yang memicu korsleting listrik pada mesin produksi, lalu menyambar material mudah terbakar.
- Kerugian Materiil: Diperkirakan mencapai Rp 5 miliar.
- Korban Jiwa: Dua karyawan dilarikan ke rumah sakit akibat luka bakar serius.
Penanganan kasus ini masih terus bergulir sembari menunggu hasil uji laboratorium forensik dan analisis kimia dari tim Gegana. (oka/gih)










