Kudus  

RAT Perdana KDMP Tanjungrejo, Targetkan 200 Anggota dan Gandeng 13 Mitra Strategis

Suasana Rapat Anggota Tahunan (RAT) perdana Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tanjungrejo di Aula Balai Desa.
Suasana Rapat Anggota Tahunan (RAT) perdana Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tanjungrejo di Aula Balai Desa. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Suasana Aula Balai Desa Tanjungrejo tampak dipenuhi antusiasme pengurus dan anggota saat menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) perdana, Selasa (13/1). Momentum ini menjadi tonggak sejarah bagi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tanjungrejo yang baru berdiri sejak Mei 2025, namun telah menunjukkan progresivitas dalam memperluas jangkauan usaha.

Dalam rapat tersebut, koperasi menegaskan kesiapannya untuk tidak sekadar menjadi tempat simpan pinjam, melainkan motor penggerak ekonomi riil melalui berbagai unit usaha berbasis kebutuhan dasar masyarakat.

Strategi Pemetaan Wilayah dan Target Anggota

Ketua KDMP Tanjungrejo, Lilieq Ngesti Widyasuryani menjelaskan, pihaknya menerapkan strategi jemput bola dengan melakukan pemetaan keanggotaan berbasis Rukun Tetangga (RT). Langkah ini diambil untuk memastikan sosialisasi dan promosi (sosi-promi) berjalan efektif.

“Memulai dari pemetaan, kalau 200 anggota itu kita asumsikan satu RT. Maka tahun ini target kita fokus di 5 RT,” jelasnya.

Hingga akhir 2025, tercatat sudah ada 63 anggota aktif (anggota penuh) dan 40 anggota potensial. Lilieq optimis target minimal 200 anggota pada tahun 2026 dapat tercapai dengan skema keanggotaan yang inklusif:

  • Anggota Penuh: Warga ber-KTP Tanjungrejo (memiliki hak suara penuh).
  • Anggota Luar: Warga luar desa (mendapat layanan, tanpa hak suara/pengurus).

Gandeng 13 Mitra, Bukan Pesaing UMKM

Meski masih mengandalkan modal mandiri, KDMP Tanjungrejo telah melakukan lompatan besar dengan menjalin 13 kemitraan bisnis. Mitra tersebut mencakup BUMN seperti PLN, Bulog, Pertamina, PT Pupuk, PT Pos Indonesia, hingga bank-bank Himbara (BNI, BRI, BPD, BSI).

Kepala Desa Tanjungrejo sekaligus Pengawas KDMP, Christian Rahadiyanto, menegaskan prinsip utama koperasi adalah kolaborasi, bukan kompetisi yang mematikan pedagang kecil.

“Inilah fungsi koperasi untuk menghidupkan UMKM,” tegas Christian.

Ia merancang program kemitraan dengan pelaku usaha lokal, seperti produsen beras dan olahan ikan, untuk dibantu dalam hal:

  • Pengemasan (packaging).
  • Pelabelan (branding).
  • Pemasaran yang lebih luas.

Apresiasi Dinas PMD: Jadi Role Model

Capaian KDMP Tanjungrejo mendapat apresiasi khusus dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus, Fanny Dwi Arfana. Ia menilai koperasi ini layak menjadi percontohan (role model).

“RAT membahas pengesahan laporan pengurus, pengawas, serta rencana kerja satu tahun ke depan. Ini penting agar koperasi berjalan sehat dan transparan,” ujar Fanny.

Salah satu prestasi unik yang disorot adalah keberhasilan koperasi merangkul satu RT di mana seluruh warganya telah terdaftar sebagai anggota, membuktikan tingginya kepercayaan masyarakat. (uma/fat)