Angka Stunting Semarang Turun 4,27 Persen, UHC Tembus 100 Persen

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti berinteraksi dengan warga
HANGAT: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti berinteraksi dengan warga dalam sebuah kesempatan. (Dok Humas Pemkot Semarang/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mencatatkan kinerja gemilang dalam penanganan isu kesehatan masyarakat sepanjang tahun 2025. Salah satu indikator utamanya adalah angka stunting Semarang yang kini terkendali di level 4,27 persen, serta cakupan jaminan kesehatan semesta yang telah paripurna.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan komitmennya terhadap sektor kesehatan saat memberikan konfirmasi terkait data terbaru tersebut pada Rabu (21/1/2026). Ia memastikan kebijakan yang diambil pemerintah kota benar-benar menyentuh kebutuhan dasar warga.

Intervensi Gizi dan Tumbuh Kembang

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Semarang hingga cut-off Desember 2025, prevalensi stunting tersisa 4,27 persen atau setara dengan 2.593 balita. Penurunan angka ini bukan terjadi secara instan, melainkan hasil dari berbagai program intervensi yang berkelanjutan, khususnya pada layanan kesehatan ibu dan anak.

Pemkot Semarang menilai pengendalian stunting tidak cukup hanya dengan menangani kasus yang sudah ada. Strategi pencegahan dini menjadi kunci, meliputi:

  • Penguatan pemantauan tumbuh kembang balita.
  • Edukasi gizi keluarga secara masif.
  • Pelibatan aktif masyarakat dalam deteksi dini.

Jaminan Kesehatan Warga Menyeluruh

Selain keberhasilan menekan angka stunting Semarang, Pemkot juga berhasil merealisasikan target perlindungan kesehatan masyarakat. Hingga akhir 2025, cakupan Universal Health Coverage (UHC) di Kota Semarang telah mencapai seratus persen. Artinya, seluruh penduduk kini telah terdaftar dan terlindungi dalam sistem jaminan kesehatan.

“Menjaga kesehatan warga adalah fondasi pembangunan Kota Semarang. Pengendalian stunting dan UHC 100 persen menunjukkan kebijakan kesehatan kami benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat sejak dini,” ujar Agustina.

Komitmen Layanan Berkelanjutan

Agustina menambahkan, pemerintah daerah memastikan kebijakan kesehatan tidak berhenti sebatas capaian statistik. Pihaknya menjamin layanan kesehatan, upaya pencegahan, dan perlindungan jaminan kesehatan berjalan beriringan agar warga bisa hidup lebih produktif.

“Tujuannya jelas, agar setiap warga Kota Semarang memiliki kesempatan tumbuh sehat dan hidup lebih produktif,” jelasnya.

Dengan penguatan layanan kesehatan dasar dan jaminan yang inklusif, Pemkot Semarang optimistis kualitas sumber daya manusia (SDM) akan terus meningkat guna mendukung pembangunan daerah. (hfh/amd)