PURWOREJO, Joglo Jateng – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi membuka pendaftaran beasiswa guru S1 Kemendikdasmen melalui sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program ini ditargetkan menyasar 150.000 guru di seluruh Indonesia yang saat ini belum memiliki ijazah Sarjana atau D4.
Pengumuman beasiswa tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Dikdasmen, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, saat menghadiri kegiatan Hari Bermuhammadiyah di SMK Muhammadiyah Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Sabtu (24/1/2026). Dalam kunjungannya, Menteri juga menyempatkan diri menuliskan pesan motivasi dalam Bahasa Inggris di atas kanvas sebagai penyemangat bagi para siswa.
Kuliah Lebih Singkat dengan Sistem RPL
Beasiswa sistem RPL ini memungkinkan pengalaman kerja dan pelatihan nonformal guru diakui sebagai Satuan Kredit Semester (SKS). Dengan skema ini, para guru tidak perlu menempuh masa kuliah penuh empat tahun, melainkan bisa rampung dalam waktu 1 hingga 2 tahun saja.
“Beasiswa untuk guru ini kami berikan Rp 3 juta per semester. Diharapkan, para guru bisa menyelesaikan pendidikan 1-2 tahun karena pengalaman kerja dihitung sebagai SKS oleh kampus. Silakan mendaftar mumpung kesempatan terbuka,” ujar Abdul Mu’ti.
Selain beasiswa S1, pemerintah juga menyiapkan kuota pelatihan Bahasa Inggris bagi 100.000 guru. Langkah ini dilakukan menyusul kebijakan baru yang menetapkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib bagi siswa kelas 3 SD mulai tahun 2026.
Revitalisasi 20 Sekolah di Purworejo
Dalam kesempatan yang sama, Mendikdasmen turut meresmikan revitalisasi 20 satuan pendidikan di Kabupaten Purworejo. Salah satu fasilitas unggulan yang diresmikan adalah Ruang Praktik Siswa (RPS) Perhotelan di SMK Muhammadiyah Purwodadi yang kini memiliki standar industri.
Kepala SMK Muhammadiyah Purwodadi, Sumarjo, menjelaskan bahwa fasilitas hotel tersebut dilengkapi dengan:
- Resepsionis dan ruang tunggu.
- Mini bar, dapur, dan ruang makan.
- Dua kamar hotel standar dan mini meeting room.
“Fasilitas ini ke depan diharapkan berkembang menjadi teaching factory yang dapat melayani masyarakat umum, selain fungsi utamanya sebagai ruang praktik siswa,” pungkas Sumarjo. (mrn/sam)










