SD 1 Undaan Kidul Terapkan Pembiasaan Pagi untuk Bangun Karakter Siswa

Ratusan siswa SD 1 Undaan Kidul berbaris rapi di halaman sekolah saat mengikuti kegiatan pembiasaan pagi membaca Asmaul Husna.
BERSAMA: Asmaul Husna dan Lagu Nasional Jadi Rutinitas Pagi di SD 1 Undaan Kidul, belum lama ini. (SD 1 UNDAAN KIDUL/ JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Suasana pagi di SD 1 Undaan Kidul terasa berbeda dan menyejukkan. Sejak pukul 06.00 WIB, lantunan ayat suci Al-Qur’an dan zikir sudah menggema di lingkungan sekolah, menandai dimulainya rutinitas harian para siswa sebelum masuk kelas.

Kegiatan pembiasaan pagi SD 1 Undaan Kidul ini bukan sekadar ritual, melainkan strategi sekolah untuk menanamkan kedisiplinan dan nilai religius sejak dini. Melalui rangkaian aktivitas terstruktur, sekolah berupaya mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.

Kepala SD 1 Undaan Kidul, Fauziah Nor menjelaskan, rutinitas pagi diawali dengan mendengarkan murotal Al-Qur’an, dilanjutkan dengan zikir, doa bersama, dan hafalan surat-surat pendek. Tujuannya sederhana namun mendalam: menanamkan ketakwaan dan sopan santun pada 252 siswa yang ada.

Harmoni Religius dan Nasionalisme

Setelah sesi keagamaan, suasana berubah menjadi lebih emosional saat seluruh siswa menyanyikan lagu “Guruku Tersayang”. Menurut Fauziah, lagu ini dipilih secara khusus untuk membangun ikatan batin antara siswa dan guru.

“Supaya anak-anak mengerti bahwa bapak ibu guru itu orang tua kedua mereka, sehingga harus hormat dan sopan. Gurulah yang membantu mereka bisa membaca, menulis, dan belajar banyak hal,” ungkapnya.

Tepat pukul 06.45 WIB, seluruh siswa dari 11 rombongan belajar (rombel) berbaris rapi di halaman untuk mengikuti apel pagi. Menariknya, petugas apel dipimpin langsung oleh siswa secara bergilir, sementara guru piket bertindak sebagai pembina. Di momen inilah nilai nasionalisme ditanamkan melalui nyanyian lagu wajib nasional yang berganti setiap bulannya, dipadukan dengan lantunan Asmaul Husna.

Jumat Bersih dan Harapan Kemandirian

Khusus hari Jumat, sekolah menerapkan variasi kegiatan. Rangkaian apel pagi ditambah dengan pembacaan tahlil bersama. Setelah itu, agenda berlanjut ke program Jumat Bersih yang melibatkan seluruh warga sekolah untuk merawat lingkungan.

“Kegiatan ini untuk menumbuhkan kecintaan siswa terhadap lingkungan sejak dini. Pembiasaan tersebut adalah membentuk karakter siswa agar bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan memiliki akhlak mulia,” tambah Fauziah.

Dengan total 252 siswa, termasuk kelas 5 yang memiliki rombel gemuk berisi 45 anak, tantangan mendisiplinkan siswa tidaklah mudah. Namun, Fauziah optimistis metode ini akan membuahkan hasil jangka panjang.

“Harapan kami, ketika lulus dari SD, anak-anak sudah mandiri dalam berbagai hal, punya akhlak yang baik, dan muncul jiwa kepemimpinan dari dalam diri mereka,” pungkasnya. (hfh/rds)