SD 7 Cendono Optimalkan Pojok Baca untuk Perkuat Literasi Numerasi Siswa

Siswa kelas 5 SD 7 Cendono Kudus sedang fokus membaca buku di perpustakaan sekolah.
FOKUS: Siswa kelas 5 membaca buku di perpustakaan sekolah, Senin (9/2). (HAFIFAH NUR CHASANAH/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo jateng – Penanaman budaya literasi numerasi sejak dini menjadi fokus utama di SD 7 Cendono, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Sekolah ini tidak hanya mengandalkan perpustakaan pusat, tetapi juga menghadirkan pojok baca di setiap ruang kelas untuk mendekatkan siswa dengan buku.

Langkah ini diambil sebagai strategi agar aktivitas membaca menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian siswa. Dengan akses yang lebih mudah, diharapkan minat baca anak didik dapat tumbuh secara alami.

Pustakawan SD 7 Cendono, Ratna Wahyu Coasih mengungkapkan, perpustakaan sekolah kini memiliki koleksi fantastis mencapai 9.787 eksemplar. Koleksi ini terdiri dari buku fiksi, nonfiksi, hingga buku pelajaran penunjang kurikulum.

“Di setiap kelas sudah kami fasilitasi dengan pojok baca. Guru secara berkala mengambil buku dari perpustakaan untuk ditaruh di kelas masing-masing. Jadi, anak-anak lebih mudah mengakses buku tanpa harus selalu berjalan ke perpustakaan utama,” ujar Ratna, Senin (9/2/2026).

Penunjang Pembelajaran Kurikulum

Ratna menjelaskan, perpustakaan kini bertransformasi menjadi pusat pendukung pembelajaran yang vital. Pihaknya rutin menginventarisasi dan memperbarui koleksi buku sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa, terutama untuk menunjang penguatan literasi numerasi dari kelas 1 hingga kelas 6.

“Saat ini pembelian buku memang lebih difokuskan pada buku pelajaran untuk menyesuaikan kurikulum terbaru. Namun, koleksi fiksi dan nonfiksi yang ada tetap dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan literasi harian,” jelasnya.

Selain melalui pojok baca, siswa juga dibiasakan mengunjungi perpustakaan saat jam istirahat. Ratna mencatat tren kunjungan yang positif, di mana siswa kelas 2 belakangan ini menjadi kelompok paling aktif yang datang untuk membaca maupun sekadar melihat-lihat buku.

Aturan Peminjaman Bertahap

Untuk menjaga koleksi buku tetap terawat, pihak sekolah menerapkan aturan peminjaman secara bertahap. Siswa kelas 3 hingga 6 sudah diperbolehkan meminjam buku untuk dibawa pulang menggunakan kartu anggota.

Sementara itu, bagi siswa kelas 1 dan 2, akses membaca masih dibatasi di lingkungan sekolah dengan pendampingan guru. Hal ini dilakukan untuk mengedukasi siswa cara merawat buku yang baik sejak dini.

“Kelas 1 dan 2 boleh ke perpustakaan sepuasnya, tapi belum kami izinkan membawa pulang. Mereka masih butuh pengawasan, antisipasi agar buku tidak cepat rusak atau sobek,” imbuhnya.

Melalui sinergi antara perpustakaan, pojok baca, dan peran aktif guru, SD 7 Cendono optimistis kemampuan memahami bacaan dan penalaran siswa akan terus meningkat. (hfh/fat/rds)