Jepara  

Lobi Bosnia, Pemkab Jepara Dorong Seni Ukir Jepara Diakui UNESCO

Delegasi Pemkab Jepara duduk bersama berdiskusi dengan pimpinan parlemen Bosnia di Sarajevo guna membahas dukungan untuk Seni Ukir Jepara ke UNESCO.
DISKUSI: Delegasi Pemkab Jepara saat mengunjungi Negara Bosnia dan Herzegovina untuk mendapat dukungan seni ukir Jepara ke UNESCO, Rabu (18/2). (HUMAS/JOGLO JATENG)

Tantangan Otonomi Daerah di Konjic

Meski mendapat lampu hijau dari parlemen pusat, proses birokrasi di tingkat daerah masih membutuhkan pendekatan khusus. Sehari sebelum ke Sarajevo, delegasi terlebih dahulu menyambangi Pemerintah Kota Konjic.

Sistem pemerintahan Bosnia memberikan otonomi yang sangat kuat kepada wilayahnya. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Konjic menegaskan bahwa kewenangan persetujuan berada di tangan pemerintah daerah setempat dan saat ini belum dapat langsung meresmikan persetujuan ekstensi ICH dari Indonesia.

Untuk memastikan diplomasi Seni Ukir Jepara ini terus berjalan progresif, sejumlah langkah lanjutan telah disiapkan, antara lain:

  • Dialog Komunitas: Delegasi telah membangun komunikasi terbuka dengan komunitas pengukir keluarga Niksic di Zanat Museum, Konjic, terkait mekanisme ekstensi UNESCO.
  • Koordinasi Lintas Negara: KBRI Sarajevo akan terus mengawal dan berkoordinasi intensif dengan parlemen setempat untuk mempercepat penerbitan surat dukungan resmi.
  • Kunjungan Balasan: Parlemen Bosnia menjadwalkan kunjungan balasan ke Indonesia pada April 2026, yang sebelumnya sempat tertunda pada Desember 2025. (oka/gih/rds)