Jepara  

Gas Melon Jepara Tembus Rp 30 Ribu, Disperindag Ajukan Tambahan Stok

Salah satu pembeli saat menunggu gas elpiji melon di warung pengecer
AMBIL: Salah satu pembeli saat menunggu gas elpiji melon di warung pengecer, Selasa (24/2). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Sejumlah warga tampak pasrah menunggu ketersediaan pasokan tabung hijau di warung-warung pengecer, Selasa (24/2/26). Hal ini menyusul fenomena kelangkaan dan meroketnya harga gas melon Jepara atau elpiji 3 kilogram hingga menyentuh angka Rp 30 ribu per tabung di tingkat eceran selama bulan Ramadan.

Kenaikan harga yang tak wajar ini dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat dan sering kosongnya stok di tingkat pangkalan resmi. Akibatnya, posisi tawar pengecer menjadi kuat, dan warga terpaksa membeli gas bersubsidi tersebut dengan harga mahal agar tungku dapur tetap menyala untuk kebutuhan sahur serta berbuka puasa.

Emak-Emak Keliling Desa Cari Gas

Afifah (39), warga Desa Cepogo, Kecamatan Kembang mengaku terkejut saat mendapati harga gas elpiji langganannya melambung tajam. Sebelumnya, ia biasa membeli di pengecer dengan harga normal kisaran Rp 23 ribu hingga Rp 25 ribu per tabung.

“Beli gas elpiji harganya Rp 30 ribu, biasanya kalau beli Rp 25 ribu. Itu pun tidak semua warung langganan ada barangnya,” terangnya, Selasa (24/2/26).

Keluhan senada diungkapkan Endang Sugiarti (52), warga Desa Bawu, Kecamatan Batealit. Ia mengaku kelangkaan gas melon memaksanya harus keliling mencari ke beberapa warung hingga merambah ke desa tetangga, yakni Desa Ngasem.

“Sudah keliling sampai ke beberapa warung tidak nemu. Akhirnya saya pinjam tetangga dulu, baru saya ganti setelah dua hari mencari dan dapat di harga Rp 27 ribu,” beber Endang.