Kudus  

Wujudkan Kudus ASRI, Bupati Sam’ani Ajak Warga Disiplin Pilah Sampah

Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Kudus saat melaksanakan aksi gotong royong membersihkan kawasan Balai Jagong.
‎‎Kegiatan Curve yang dilakukan oleh ASN di Kabupaten Kudus bertempat di Balai Jagong. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Sebanyak 220 personel gabungan dari berbagai elemen tampak memadati kawasan Balai Jagong untuk menggelar aksi bersih sampah serentak, akhir pekan lalu. Dipimpin langsung oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, kegiatan korve ini menjadi langkah konkret daerah dalam memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2026.

Sam’ani menegaskan, aksi gotong royong massal tersebut bukan sekadar agenda seremonial sesaat. Gerakan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan lingkungan yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) secara berkelanjutan.

Libatkan Ratusan Personel Lintas Sektor

Sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, aksi bersih-bersih di Balai Jagong ini dibangun lewat sinergi yang solid. Total 220 personel yang diterjunkan ke lapangan mencakup berbagai unsur, di antaranya:

  • Aparatur Sipil Negara (ASN) dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
  • Jajaran TNI dan Polri wilayah Kudus.
  • Perguruan tinggi dan komunitas peduli lingkungan setempat.
  • Unsur dunia usaha serta insan pers.

“Lingkungan bersih itu hak semua warga. Karena itu, gerakan ini menyasar seluruh Kudus, dari pinggir kota sampai pusat kota,” ujar Sam’ani di sela-sela memantau jalannya kegiatan di Balai Jagong.

Wajibkan Disiplin Pilah Sampah dari Rumah

Lebih lanjut, Sam’ani menekankan pentingnya perubahan perilaku fundamental agar kebersihan bertransformasi menjadi sebuah budaya masyarakat. Ia berharap aksi serentak ini mampu memicu kesadaran jangka panjang, khususnya dalam membiasakan praktik pilah sampah sejak dari sumbernya (rumah tangga).

Menurutnya, ASN harus menjadi motor penggerak utama sekaligus memberikan contoh nyata. Setelah para aparatur negara memulai, seluruh warga Kudus diharapkan terbiasa memisahkan jenis sampah organik dan anorganik di lingkungan masing-masing.

“Kita tidak ingin berhenti di kegiatan bersih-bersih saja. Yang lebih penting adalah kesadaran. Kalau pilah sampah sudah jadi kebiasaan, persoalan lingkungan bisa kita tekan bersama,” pungkasnya. (adm/fat/rds)