Tuai Sorotan Warga karena Dinilai Terlalu ‘Receh’, Wagub Jateng Buka Suara soal Menu Kering MBG Ramadan

Potret sajian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam bentuk kering yang dibagikan kepada siswa SD Pekunden Semarang selama bulan Ramadan.
SAJIAN: Menu MBG kering saat Ramadan di SD Pekunden Semarang, belum lama ini. (HAFIFAH NUR CHASANAH/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Penyaluran menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam bentuk sajian kering selama bulan suci Ramadan belakangan ini menuai sorotan tajam dari publik. Sejumlah kalangan masyarakat menilai hidangan yang dibagikan kepada siswa terkesan “receh” atau terlalu sederhana jika dibandingkan dengan menu hari biasa.

Merespons polemik tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata. Pihaknya menyatakan evaluasi menyeluruh mutlak diperlukan demi perbaikan kualitas program unggulan pemerintah pusat ini.

“Ya, tergantung penilaian masyarakat terhadap menu MBG kering memang beragam. Jadi memang masyarakat itu melihat seperti itu,” ujar Gus Yasin saat ditemui di Tempat Penimbunan Pabean Bea Cukai Tanjung Emas, Semarang, Rabu (25/2/26).

Alasan Penggunaan Menu Kering

Gus Yasin menjelaskan, kebijakan peralihan ke format makanan kering selama bulan puasa diambil dengan mempertimbangkan kondisi mayoritas siswa yang sedang menjalankan ibadah. Menu tersebut dirancang agar lebih awet dan bisa dibawa pulang untuk dikonsumsi saat waktu berbuka tiba.

Ia mencontohkan, di sejumlah daerah seperti Kabupaten Jepara, telah disepakati mekanisme distribusi khusus yang berbeda dengan hari-hari biasa di luar Ramadan.

“Maka diatur pembagian jenis-jenis makanan kering disesuaikan, nanti bisa dikonsumsi setelah di rumah. Pembagiannya ada dua kali dan itu pun di waktu sore,” terangnya.