Pati  

Jalan Rusak di Pati Capai 250 Km, DPRD Desak Perbaikan Segera

Perbaikan jalan Kabupaten Pati yang mengalami kerusakan
KONDISI: Perbaikan jalan Kabupaten Pati yang mengalami kerusakan, belum lama ini. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Muntamah, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) memprioritaskan perbaikan jalan rusak di Pati yang kini membahayakan keselamatan warga. Kondisi ruas jalan berlubang di sejumlah titik wilayah Bumi Mina Tani ini kerap memicu keluhan pengguna jalan yang melintas setiap harinya.

Desakan ini muncul menyusul data dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) setempat yang mencatat ada sekitar 250 kilometer ruas jalan yang saat ini kondisinya tidak mantap atau mengalami kerusakan.

Legislator dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menegaskan agar infrastruktur dengan kerusakan parah segera dibangun ulang. Ia juga menyoroti perlunya ketegasan terhadap kontraktor jika jalan tersebut masih dalam masa garansi pemeliharaan.

“Jalan yang rusak berat Pemkab segera memprioritaskan. Segera dibangun,” ungkap Muntamah.

Ia menekankan bahwa pihak rekanan harus bertanggung jawab penuh apabila terjadi kerusakan infrastruktur sesaat setelah proyek selesai digarap. “Jika masih dalam waktu pemeliharan, kontraktor segera memperbaiki,” tegasnya.

Alokasi Rp 200 Miliar dan Syarat Drainase

Muntamah juga mengingatkan krusialnya kualitas konstruksi dalam setiap pengerjaan fisik, salah satunya menyangkut sistem pembuangan air. Meski anggaran perbaikan infrastruktur tahun 2026 mencapai ratusan miliar, kualitas aspal akan percuma jika sering tergenang banjir.

Anggota Komisi C DPRD Pati, Muntamah
Anggota Komisi C DPRD Pati, Muntamah. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

“Agar kualitas jalan baik dranase harus berfungsi,” tambahnya.

Merespons sorotan tersebut, Kabid Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pati, Hasto Utomo, menjelaskan bahwa perbaikan jalan Pati 2026 memang sudah direncanakan menyasar puluhan titik krusial.

“Itu secara global kondisi jalan yang tidak mantap. Untuk tahun 2026 ini kurang 80 titik yang akan diperbaiki,” terang Hasto.

Pihaknya menyiapkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni 2026 yang tak hanya fokus pada aspal, tetapi juga mencakup infrastruktur lain. “Kurang lebih Rp 200 M. Termasuk pembangunan jembatan dan pemeliharaan rutin jalan,” ucapnya.

Kendati demikian, penanganan tahun ini dipastikan belum bisa mengakomodasi seluruh jalan rusak di Kabupaten Pati. Kuota 80 titik tersebut nyatanya belum menyentuh separuh dari total kebutuhan perbaikan keseluruhan.

“Belum (mencakup secara keseluruhan jalan rusak). 80 titik itu kurang lebih 100 km aja,” pungkasnya. (lut/fat/rds)