Pati  

Listrik Sering Padam Bikin Pengusaha Garmen di Pati Tekor Puluhan Juta Sehari

KONDISI: Usaha pengolahan limbah garmen yang berada di Desa Kedungbulus, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, yang turut terdampak pemadaman listrik, Kamis (25/6/2026). (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Pemadaman listrik belakangan ini sering terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Pati.

Kondisi ini pun berdampak terhadap aktivitas usaha rumahan atau home industry di wilayah berjuluk Bumi Mina Tani ini.

Salah satunya adalah usaha pengolahan limbah garmen yang berada di Desa Kedungbulus, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati.

Usaha dengan nama CV Mahakarya Mulya milik Muryati itu sering berhenti beroperasi karena imbas pemadaman listrik.

“Biasanya mati total. Otomatis sangat mengganggu produksi karena usaha kami memang bergantung pada listrik,” ungkap Muryati, Kamis (25/6/2026).

Ia menyebut dalam sepekan terakhir, listrik beberapa kali padam dengan durasi rata-rata tiga hingga empat jam per hari.

Dampaknya, ia mengalami kerugian besar karena target produksi harian tidak tercapai.

“Dalam satu hari saja kerugiannya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Produksi berhenti, sementara pesanan harus tetap dipenuhi tepat waktu,” ucapnya.

Selain kehilangan pendapatan, dirinya juga harus membayar upah 15 karyawan yang sudah telanjur masuk kerja.

Pasalnya, saat listrik padam, para pekerja sama sekali tidak dapat melanjutkan aktivitas produksi.

“Pegawai sudah masuk kerja, lalu listrik mati. Mereka terpaksa berhenti bekerja,” jelasnya.