Pati  

Listrik Sering Padam Bikin Pengusaha Garmen di Pati Tekor Puluhan Juta Sehari

KONDISI: Usaha pengolahan limbah garmen yang berada di Desa Kedungbulus, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, yang turut terdampak pemadaman listrik, Kamis (25/6/2026). (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

Namun, ia menyebut upah pekerja tetap dibayar penuh agar tidak merugikan karyawan.

“Tetapi tetap kami bayar penuh karena kasihan juga kalau tidak dibayar,” sambungnya.

Selain itu, pemadaman listrik juga berdampak pada keterlambatan pengiriman barang kepada pelanggan.

Kondisi tersebut memicu keluhan dari para perajin kasur dan konsumen yang menjadi mitra usaha miliknya.

“Kalau produksi terhenti, otomatis pengiriman tertunda. Akhirnya pelanggan komplain karena barang tidak datang sesuai jadwal,” sebutnya.

Dirinya pun berharap pihak PLN dapat melakukan evaluasi terhadap sistem pengaturan daya maupun jadwal pemadaman listrik.

Hal ini khususnya bagi pelaku usaha yang sangat bergantung pada listrik untuk menjalankan kegiatan produksi.

“Kalau memang ada pengurangan daya atau pemadaman bergilir, jangan sampai dilakukan saat jam kerja,” pungkasnya.

Ia menegaskan agar pemadaman bergilir jangan sampai menyasar pelaku usaha yang benar-benar bergantung pada aliran listrik. (lut/fat/rds)