KUDUS, Joglo Jateng – Upaya penguatan ekonomi masyarakat terus digelorakan oleh Tim Penggerak PKK Desa Peganjaran, Kecamatan Bae. Melalui program bertajuk Toko PKK, ibu-ibu PKK kini memiliki wadah promosi dan pemasaran berbagai produk olahan UMKM rumahan.
Program yang digagas oleh TP PKK Desa Peganjaran ini menjadi ruang bagi para ibu rumah tangga untuk mulai berani memasarkan hasil produksinya sendiri. Mulai dari makanan tradisional hingga olahan kekinian.
Ketua Pokja 2 PKK Desa Peganjaran, Siti Sakdiyah menjelaskan, Toko PKK lahir dari semangat pemberdayaan ekonomi keluarga. Wadah ini juga untuk melatih ibu-ibu agar mandiri. Selain mewadahi promosi, juga supaya mereka punya semangat ekonomi mandiri dari rumah.
Beragam produk UMKM telah mulai dipasarkan melalui Toko PKK. Di antaranya kunir asem, pepes, telur asin, aneka kudapan, hingga berbagai olahan rumahan lainnya.
“Ini masih baru, masih merintis. Saya juga baru menyemangati ibu-ibu semuanya. Senin (2/3/2026) ada kudapan, ada pepes, dan lainnya. Pelan-pelan kita bangun semangatnya,” katanya.
Ibu-ibu PKK juga pernah mendapatkan pelatihan pengolahan makanan modern seperti aneka crispy. “Kami sudah pernah ada pelatihan. Pernah buat aneka crispy, ada ayam crispy, jamur crispy, tiram crispy, tahu crispy,” terangnya.

Pelatihan tersebut menjadi bekal keterampilan agar para ibu bisa meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas variasi jualan. Karena masih dalam tahap perintisan, sistem penjualan Toko PKK dilakukan secara sederhana dan fleksibel. Produk biasanya dibawa saat pertemuan rutin PKK atau saat ada kegiatan desa.
“Sementara ini kalau pas ada pertemuan PKK atau ada acara di desa, kita buka. Misalnya Senin (2/3/2026) waktu ada acara besar di lapangan desa, kita buka di situ,” imbuhnya.
Ibu-ibu yang memiliki usaha cukup membawa produk dalam jumlah terbatas. Nantinya, anggota PKK dan warga sekitar didorong untuk saling membeli dan mendukung.
“Kalau ada yang punya usaha kecil, dipromosikan ke temannya sendiri, ke warga sendiri. Tidak usah bawa banyak, sedikit saja dulu. Kita saling beli supaya ibu-ibu ini semangat,” ucapnya.
Menurutnya, daya beli masyarakat memang menjadi tantangan tersendiri. Namun semangat gotong royong menjadi kekuatan utama.
“Kami saling mengajak. Kita dorong supaya laku dan mereka percaya diri,” tegasnya. (uma/fat)










