Kudus  

Pemkab Kudus Kebut Perbaikan Jembatan Menawan, Target Rampung Sebelum Lebaran

Struktur jembatan darurat dari bambu di Desa Menawan Kudus yang dibangun warga usai jembatan utama ambrol.
Penampakan jembatan sementara Menawan yang dibangun warga dan aparat keamanan secara gotong royong untuk mempermudah aktivitas, belum lama ini. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengebut perbaikan Jembatan Menawan di Kecamatan Gebog agar bisa dilalui kembali sebelum Hari Raya Idulfitri. Akses penghubung ini menjadi urat nadi mobilitas harian warga setempat pascaambrol diterjang arus sungai.

Putusnya infrastruktur yang dibangun pada 2016 ini sempat melumpuhkan aktivitas ekonomi, pertanian, hingga pendidikan masyarakat RW 4 Desa Menawan.

Kondisi tersebut sebelumnya memaksa warga bersama aparat gabungan bergotong royong membangun jalur darurat dari bambu pada Minggu (25/1/2026) demi mempertahankan kelangsungan hidup sehari-hari.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menegaskan pihaknya berupaya maksimal dalam mempercepat pengerjaan konstruksi fisik.

”Ini merupakan akses vital bagi warga. Kita upayakan sebelum Lebaran sudah bisa dilewati. Semoga proses pengerjaan berjalan lancar dan cuaca mendukung,” ujarnya.

Metode Selimut Beton dan Dana Darurat

Struktur jembatan tersebut ambles pada Senin (12/1/2026) akibat derasnya aliran sungai dan faktor usia bangunan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Harry Wibowo, menyebut proyek perbaikan ini awalnya sempat direncanakan bersama pihak TNI.

”Karena ada perintah untuk pembangunan jembatan model armco, akhirnya pengerjaan dikembalikan kepada pemerintah daerah,” jelasnya.

Menghadapi kondisi mendesak, Pemkab Kudus memutuskan memakai dana perawatan rutin senilai Rp 200 juta hingga Rp 300 juta untuk penanganan cepat. Langkah taktis ini diambil lantaran pengajuan bantuan ke BNPB senilai Rp 1 miliar atau opsi bangun ulang sebesar Rp 4 miliar membutuhkan waktu pencairan yang lebih lama.

”Perbaikannya menggunakan metode selimut beton dengan campuran batu. Batu diisi dan dipasang pada bagian luar, kemudian diperkuat dengan pasangan beton supaya struktur lebih kokoh,” terangnya.

Kejar Target Progres Fisik

Hingga awal Maret 2026, progres pembangunan perbaikan tahap sementara ini telah menyentuh angka sekitar 10 persen.

Secara teknis, bentang jembatan mencapai 8 hingga 10 meter dengan lebar 4 meter, ditopang fondasi abutment selebar 3,5 meter dan tinggi 5 meter.

“Harapannya proses pengerjaan dapat berjalan lancar sehingga masyarakat kembali memiliki akses yang aman dan layak sebelum perayaan Idulfitri tahun ini,” pungkasnya. (adm/fat/rds)