KENDAL, Joglo Jateng – Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kabupaten Kendal bersiap menggelar kejuaraan balap sepeda gunung kelas dunia bertajuk Kendal Downhill Berdikari pada Agustus 2026 mendatang. Ajang bergengsi ini diharapkan menjadi magnet pariwisata baru yang mampu mendongkrak perekonomian warga lokal.
Kejuaraan ini digadang-gadang bakal menjadi salah satu event olahraga ekstrem terbesar yang pernah diselenggarakan di wilayah Bumi Bahurekso tersebut.
Ketua ISSI Kendal Munawir mengungkapkan, perhelatan akbar ini akan menghadirkan deretan atlet papan atas. Termasuk legenda downhill Sam Hill yang dikenal luas sebagai juara dunia delapan kali berturut-turut.
Sejumlah rider internasional dari Kanada, Taiwan, hingga Selandia Baru juga dijadwalkan ikut ambil bagian meramaikan sirkuit.
“Diperkirakan ada lebih dari 10 atlet dunia yang hadir. Karena ini event internasional, tentu perlu persiapan matang dan koordinasi lintas pihak,” jelas Munawir, Kamis (26/3/2026).
Padukan Olahraga Ekstrem dan Promosi Wisata
Penyelenggaraan kompetisi balap sepeda tahun ini dipastikan akan dikemas jauh lebih meriah dibandingkan edisi sebelumnya. Pihak penyelenggara tidak hanya berfokus pada adu kecepatan di lintasan, tetapi juga memadukannya dengan pertunjukan budaya dan ekonomi kreatif lokal.
“Kita ingin mengangkat potensi Kendal. Akan ada sendratari, promosi wisata lewat live streaming, serta lomba vlog dan fotografi dengan juri profesional dan hadiah menarik,” ungkapnya.
Langkah strategis ISSI ini mendapat lampu hijau dan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal. Kepala Disporapar Kendal Achmad Ircham Chalid optimistis ajang ini mampu memperkenalkan pariwisata daerah ke mata dunia internasional.
“Pada prinsipnya Pemkab Kendal bersama Ibu Bupati siap mendukung penuh kegiatan yang akan digelar Agustus 2026 nanti,” tegas Achmad.
Penyesuaian Standar Lintasan Gebangan Track
Sesuai rancangan, kompetisi ekstrem Kendal Downhill Berdikari akan dipusatkan di lintasan Gebangan Downhill Track, yang berlokasi di Desa Gebangan, Kecamatan Pageruyung.
Meskipun trek alam tersebut sudah tersedia dan sering digunakan, panitia penyelenggara memastikan akan terus melakukan perbaikan. Hal ini dilakukan agar penyesuaian lapangan benar-benar selaras dengan standar dan regulasi keselamatan internasional. (ags/gih/rds)










