Oleh: Rafika Fajrin, M.Pd.
Dosen Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Semarang
Joglo Jateng – Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Namun, di balik seremonial itu, muncul pertanyaan yang layak direnungkan: seberapa dalam Pancasila benar-benar hidup dalam keseharian Generasi Z?
Generasi Z—mereka yang lahir antara 1997 hingga 2012—tumbuh dalam ekosistem digital yang serba cepat. Mereka lebih akrab dengan scrolling TikTok daripada membaca buku sejarah, lebih fasih berbahasa algoritma daripada berbahasa Bung Karno.
Bagi sebagian generasi di atas mereka, ini adalah alarm. Tapi kita justru melihatnya sebagai peluang.
Pancasila bukan dokumen kuno yang harus dimuseumkan. Ia adalah nilai hidup dan nilai itu justru sangat relevan di era di mana Gen Z menghadapi tantangan nyata.
Tantangan itu mulai dari polarisasi di media sosial, krisis identitas, hingga gempuran budaya asing yang masif. Sila ketiga, Persatuan Indonesia, misalnya, sedang diuji setiap hari di kolom komentar media X dan grup WhatsApp keluarga.
Masalahnya bukan Pancasila yang usang, melainkan cara kita mengajarkannya yang membosankan. Selama ini Pancasila disajikan sebagai hafalan butir-butir yang kaku, bukan sebagai nilai yang bisa diperdebatkan, dicontohkan, dan dirayakan.
Gen Z adalah generasi yang kritis. Mereka tidak butuh doktrin, namun mereka butuh dialog.
Kabar baiknya, banyak anak muda yang secara tidak sadar sudah menggenggam nilai-nilai Pancasila. Mereka yang membangun komunitas inklusif, yang bersuara melawan perundungan daring, yang menginisiasi gerakan sosial berbasis kepedulian.
Mereka sedang mengamalkan sila kemanusiaan dan keadilan tanpa menyebut namanya. Pancasila tidak butuh dipertahankan dengan ceramah, melainkan butuh dihidupkan lewat tindakan.
Generasi Z, dengan segala dinamisme dan keberaniannya, justru punya potensi besar untuk menjadi generasi yang paling otentik dalam mengamalkan nilai-nilai itu. Jika kita memberi mereka ruang untuk menafsirkannya sendiri.
Bukan hafalan, melainkan penghayatan. (*)








