DEMAK, Joglo Jateng – Peringatan Hari Jadi ke-523 Kabupaten Demak pada tahun 2026 ini dirayakan dengan suasana religius dan kental nuansa tradisi di tengah momen Idulfitri 1447 Hijriah. Rangkaian perayaan yang digelar secara sederhana ini tetap sarat makna, sekaligus menjadi wujud penghormatan masyarakat terhadap sejarah panjang pusat peradaban Islam di Jawa.
Rangkaian acara peringatan ini diawali dengan tradisi ziarah ke makam raja-raja Demak di kompleks Masjid Agung Demak, pada Kamis (26/03/2026). Rombongan peziarah dipimpin langsung oleh Bupati Demak, Eisti’anah, didampingi Wakil Bupati Muhammad Badruddin beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Para peserta duduk bersama di paseban untuk mengikuti rangkaian tahlil dan doa yang dipimpin oleh KH Abdul Rozak. Suasana hening dan khusyuk terasa ketika doa dipanjatkan untuk para pendiri Kesultanan Demak serta untuk keselamatan dan kemajuan daerah.
Usai doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan tabur bunga di makam sejumlah tokoh penting penyebar Islam. Di antaranya makam Raden Fatah, Pati Unus, Dewi Murthosimah, serta Sultan Trenggono.
Bupati Eisti’anah memandang tradisi ziarah ini bukan sekadar ritual rutin, melainkan bentuk refleksi untuk meneruskan perjuangan para pendahulu.
”Momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga nilai-nilai luhur yang telah diwariskan, sekaligus memperkuat kebersamaan dalam membangun daerah,” ujar Eisti’anah.
Setelah dari kompleks Masjid Agung, rombongan melanjutkan ziarah ke makam Sunan Kalijaga di kawasan Kadilangu yang selalu ramai dikunjungi pada momen keagamaan. Selain agenda spiritual, Pemerintah Kabupaten Demak juga telah menyelenggarakan kegiatan sosial seperti pasar murah selama bulan Ramadan, tasyakuran, dan doa bersama.

Puncak Upacara dan Fokus Pembangunan Lingkungan
Puncak peringatan hari jadi kemudian digelar melalui upacara bendera di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Demak pada Sabtu (28/03/2026). Bupati Eisti’anah bertindak langsung sebagai inspektur upacara.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari unsur ASN, TNI, Polri, hingga BUMD yang mengenakan busana khas daerah guna menegaskan identitas budaya lokal. Meski berlangsung sederhana, upacara berjalan khidmat dan penuh semangat kebersamaan.
Dalam amanatnya, Eisti’anah menekankan pentingnya memanfaatkan potensi lokal dari sektor pertanian, perikanan, industri kecil dan menengah (IKM), serta jasa. Semua sektor ini harus terus dikembangkan agar memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat, tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan hidup.
”Kita harus memastikan bahwa pembangunan hari ini tidak mengorbankan masa depan generasi mendatang. Keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan menjadi kunci,” tegasnya.
Melalui peringatan ini, Pemerintah Kabupaten Demak berharap semangat kebersamaan dan kearifan lokal dapat terus terjaga sebagai fondasi kuat menghadapi tantangan pembangunan di masa depan. (adm/fat/rds)










