Kudus  

Orientasi 659 PPPK Kabupaten Kudus, Bupati Pesan Jaga Kinerja dan Etika

SEMANGAT: Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris menyalami salah satu peserta orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Lapangan Tenis Indoor Angga Sasana Krida pada Rabu (8/4/2026). (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Sebanyak 659 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Kudus formasi tahun 2026 secara resmi mengikuti masa orientasi guna mempersiapkan diri sebagai abdi negara. Kehadiran ratusan aparatur sipil negara baru ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas pelayanan publik di berbagai sektor pelayanan dasar bagi masyarakat luas.

Kegiatan pembekalan tersebut diselenggarakan di Lapangan Tenis Indoor Angga Sasana Krida pada Rabu (8/4/2026).

Orientasi ini menjadi momentum penting bagi ratusan peserta untuk memulai perjalanan karier birokrasi sebagai aparatur sipil negara yang profesional dan berintegritas tinggi.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris dalam sambutannya memberikan pesan yang tegas namun hangat kepada seluruh peserta orientasi. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat, kesehatan, serta kualitas kinerja dalam melayani warga.

“Dengan semangat sehat, semakin pintar, semakin berkinerja baik, dan selalu tersenyum melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” pesannya.

Konsep Senyum Simpang Tujuh dan Pesan Rumah Tangga

Lebih lanjut, Sam’ani memperkenalkan konsep senyum simpang tujuh sebagai simbol pelayanan prima yang harus ditunjukkan kepada masyarakat tanpa memandang latar belakang apa pun.

“Tetap senyum, simpang tujuh. Tunjukkan tujuh gigi pokoknya senyum kepada masyarakat, siapapun dia, dari mana pun datangnya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya disiplin dan integritas sebagai bagian dari tanggung jawab moral ASN. Terlebih, PPPK kini menempati posisi krusial sebagai panutan di tengah kehidupan sosial masyarakat.

Panjenengan sekarang menjadi panutan masyarakat. Harus menjaga marwah, menjaga sopan santun, menjaga etika di manapun berada,” katanya.

Tak hanya soal profesionalisme di lingkungan kerja, Bupati Kudus juga menyinggung sisi kehidupan pribadi para peserta dengan pesan peringatan yang cukup unik namun sarat makna.

“Yang sudah diangkat PPPK, jangan ngajukan cerai, kalau beda pendapat boleh, tapi jangan dipersoalkan jadi beda pendapatan,” ujarnya.