Kendal  

Tangkal Hoaks Sejak Dini, Ratusan Pelajar Kendal Ikuti Pelatihan AI untuk Jadi Duta Kamtibmas

BERI PEMAPARAN: Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar saat membuka pelatihan AI di lapangan Tenis Indoor Polres Kendal, Kamis (9/4/2026). (AGUS RIYADI/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo JatengPolres Kendal menggandeng lembaga internasional ASEAN Foundation untuk menggelar pelatihan AI pelajar Kendal tingkat SMA sederajat pada Kamis (9/4/2026). Langkah strategis ini dilakukan untuk membekali generasi muda dengan literasi digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi yang rawan disalahgunakan.

Bertempat di Lapangan Tenis Indoor polres setempat, kegiatan edukatif ini diikuti secara antusias oleh 150 peserta yang berasal dari delapan sekolah berbeda. Para pelajar tidak hanya diajarkan mengoperasikan teknologi mutakhir, tetapi juga dibekali pemahaman mendalam terkait etika bermedia sosial guna menangkal arus hoaks.

Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut bertujuan mencetak generasi yang lebih cerdas dan bertanggung jawab di ruang maya.

“Pelatihan ini memberikan bekal keterampilan menggunakan AI serta pemahaman penggunaan AI dan media sosial yang benar,” ujar Hendry.

Lebih jauh, ia menaruh harapan besar agar para siswa mampu menjadi agen penyaring informasi yang positif di lingkungan masing-masing.

“Tujuan yang lebih besar, para siswa ini bisa menjadi Duta Kamtibmas Kendal,” tambahnya.

Etika Penggunaan Kecerdasan Buatan di Kalangan Pelajar

Sementara itu, penanggung jawab kegiatan, Andreas Rahadi Nugrahanto, memaparkan bahwa materi difokuskan pada keterampilan dasar Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Mengingat teknologi ini semakin lekat dengan aktivitas keseharian warga, pemahaman penggunaannya secara tepat menjadi sebuah keharusan mutlak.

“Dari pelatihan ini diharapkan para siswa memiliki kecakapan terkait AI dan memiliki etika dalam penggunaannya,” ujarnya.

Program pemberdayaan teknologi ini pun mendapat respons positif dari para siswa. Salah satu peserta, Hardita Faris Amada dari SMA Muhammadiyah 4 Kendal, mengaku baru pertama kali mendapatkan materi komprehensif mengenai hal tersebut karena belum pernah diajarkan di sekolahnya.

“Harapannya setelah pelatihan ini bisa lebih paham tentang penerapan AI,” katanya. (ags/iza/rds)