Pemkot dan Gekrafs Siapkan Transformasi Masif Ekonomi Kreatif Semarang

RESMI: Pelantikan Dewan Pengurus Cabang Gekrafs Kota Semarang di Balai Kota Semarang, Jumat (10/4/2026). (HAFIFAH NUR CHASANAH/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mewanti-wanti para pelaku usaha lokal untuk segera melakukan transformasi agar tidak tergilas oleh gempuran produk luar. Sebagai langkah taktis, Pemkot resmi menggandeng Dewan Pengurus Cabang (DPC) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kota Semarang guna mengakselerasi ekonomi kreatif Semarang.

Sinergi strategis ini diproyeksikan menjadi tameng pelindung sekaligus motor penggerak bagi pelaku usaha skala kecil agar lebih adaptif dan kompetitif dalam menghadapi ketatnya persaingan pasar modern.

Peringatan dan dorongan transformasi tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, saat menghadiri pelantikan kepengurusan baru DPC Gekrafs Kota Semarang periode 2026-2029 di Balai Kota Semarang, Jumat (10/4/2026).

Menurut Agustina, sektor kreatif merupakan elemen krusial dan pintu masuk utama untuk meningkatkan nilai tambah produk-produk lokal.

“Harapannya Gekrafs ini bisa masuk dalam skema Waras Ekonomi Kota Semarang yang sedang kita canangkan. Karena khusus di ekonomi kreatifnya ini akan nyambung banget,” ujarnya.

Agustina menegaskan, laju produk dari luar daerah yang semakin masif membanjiri pasar lokal harus dilawan dengan adaptasi, bukan sekadar keluhan.

“Kita harus upgrade, harus transformasi. Tidak hanya rupa, tetapi juga adaptasi terhadap kebutuhan, perkembangan zaman, dan tuntutan pasar,” tegasnya.

Siapkan Inkubasi Masif untuk UMKM

Menjawab tantangan tersebut, Ketua DPC Gekrafs Kota Semarang, Abraham Jordy menyatakan kesiapannya untuk tancap gas. Pihaknya kini tengah mematangkan berbagai program pendampingan untuk mendongkrak kualitas UMKM Semarang.

“Setelah ini kami akan membuatkan program-program kerja seperti inkubasi dan pelatihan. Akan ada transformasi secara masif untuk para pelaku UMKM di Kota Semarang ini,” jelas Abraham.

Dalam praktiknya, ia memastikan bahwa Gekrafs tidak akan berjalan sendirian. Organisasi yang saat ini digawangi oleh 32 anggota tersebut akan terus membuka rekrutmen baru dan memperluas jaringan.

“Kita tidak bekerja sendiri, tapi berkolaborasi dengan pemerintah kota, pihak swasta maupun distributor lain untuk mendorong UMKM. Saat ini ada 32 anggota dan kami akan membuka rekrutmen baru,” ungkapnya.

Ruang Baru Bagi Pelaku Seni

Selain berfokus pada sektor perdagangan dan UMKM, ekosistem ekonomi kreatif ini juga menaruh perhatian besar pada nasib pelaku seni dan budaya lokal yang kerap kekurangan panggung.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu membuka ruang berekspresi yang lebih luas demi melahirkan karya-karya yang inovatif.

“Para pelaku seni budaya membutuhkan wadah untuk berekspresi. Harapannya ke depan ada ruang yang bisa mempertemukan kreativitas dan kolaborasi agar ekonomi kreatif di Semarang semakin berkembang,” pungkas Jordy. (hfh/gih/rds)