KENDAL, Joglo Jateng – Stasiun radio di Kendal terus melakukan inovasi untuk bertahan di tengah gempuran platform hiburan digital seperti Spotify, YouTube, hingga TikTok. Transformasi ini dilakukan agar siaran radio tetap relevan dan mampu merebut hati pendengar dari kalangan muda, khususnya Generasi Z (Gen Z).
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menuturkan, eksistensi radio masih sangat krusial. Yakni sebagai media informasi yang cepat, dekat, dan dipercaya oleh masyarakat luas.
Ia mendorong agar lembaga penyiaran lokal berani berinovasi tanpa membuang nilai historisnya.
“Radio tidak boleh kehilangan jati diri, tetapi harus bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi. Kedekatan dengan masyarakat adalah kekuatan yang tidak dimiliki semua platform digital,” katanya, Senin (13/4/2026).
Ekspansi Digital Lewat Podcast
Menjawab tantangan tersebut, Direktur Radio Suara Kendal, Abi Daulah Haque, mengungkapkan bahwa operasional radio masa kini tidak bisa lagi hanya mengandalkan gelombang frekuensi udara. Pihaknya mulai agresif merambah layanan streaming dan podcast.
“Radio sudah berevolusi. Sekarang bisa diakses kapan saja melalui internet. Ini menjadi peluang besar untuk menjangkau generasi muda yang lebih akrab dengan media digital,” ujarnya.
Dorongan serupa disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kendal, Ardhi Prasetiyo.
Ia mencontohkan kondisi Radio Panora yang kini menginjak usia 18 tahun. Menurutnya, lembaga penyiaran itu harus memperluas pasarnya karena mayoritas pendengarnya saat ini masih didominasi kelompok usia tua.
“Panora dalam usia 18 tahun ini bisa dikembangkan, khususnya dari sisi jumlah pendengar yang rata-rata masih di usia tua. Panora perlu menyasar Generasi Z,” terangnya.
Gaya Komunikasi Visual dan Info Loker KIK
Agar tak ditinggalkan, radio harus mengadopsi gaya komunikasi anak muda yang serba instan dan interaktif.
“Agar Generasi Z tetap memilih radio, kuncinya bukan mempertahankan radio seperti dulu, tetapi mengubah cara radio hadir di dunia mereka. Gen Z tumbuh di era digital, cepat, visual, dan interaktif, sehingga radio harus beradaptasi tanpa kehilangan jati dirinya sebagai media audio,” tambahnya.
Ke depan, peran radio juga diharap makin optimal dalam menyebarkan informasi publik.
Salah satu fungsi strategisnya adalah menyampaikan perkembangan dinamika pembangunan daerah. Termasuk memublikasikan informasi peluang kerja di Kawasan Industri Kendal (KIK) agar tersampaikan langsung ke telinga angkatan kerja muda. (ags/gih/rds)










