Kudus  

Tekan Angka Kecelakaan, Pemkab Kudus Sulap Hutan Kota Rendeng Jadi Taman Edukasi Modern

Peresmian revitalisasi tahap pertama Taman Lalu Lintas dan Hutan Kota Rendeng Kudus yang dirancang sebagai sarana edukasi keselamatan. (ADAMNAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Tingginya angka kecelakaan yang merenggut ratusan nyawa mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus untuk memperkuat edukasi keselamatan sejak dini. Sebagai langkah konkret, revitalisasi tahap pertama Taman Lalu Lintas Rendeng resmi diserahterimakan pada Senin (20/4/2026).

Ruang terbuka hijau ini disulap menjadi kawasan edukatif yang lebih modern berkat kolaborasi pemerintah daerah dengan Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF). Upaya ini krusial mengingat data kecelakaan di wilayah tersebut mencapai titik yang mengkhawatirkan.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 tercatat ada 1.127 insiden lalu lintas yang memakan 118 korban jiwa. Fakta memilukan ini membuat pemerintah memprioritaskan pemahaman tertib berlalu lintas, khususnya bagi pelajar.

“Keberadaan taman ini sangat penting sebagai media pembelajaran bagi anak-anak. Kita ingin menanamkan kesadaran tertib lalu lintas sejak dini agar mereka memahami pentingnya keselamatan di jalan,” ujarnya.

Wahana Kendaraan Listrik Mini

Peremajaan taman yang awalnya dibangun pada 2017 ini berfokus pada kenyamanan dan kelengkapan fungsi edukasi. Director Communication BLDF Mutiara Diah Asmara menjelaskan, selain perbaikan fisik bangunan, daya tarik utama wajah baru taman ini adalah wahana simulasi untuk anak.

Terdapat 11 unit kendaraan listrik mini, yang terdiri dari enam mobil aki dan lima motor aki, dipadukan dengan pembaruan rambu-rambu lalu lintas agar lebih informatif.

“Kami merapikan bangunan yang sudah mengalami kerusakan, memperbaiki atap, serta menambah fasilitas seperti pergola di area masuk. Ini bertujuan agar pengunjung, khususnya anak-anak, merasa lebih nyaman saat belajar,” jelas Mutiara.

Ke depan, revitalisasi tahap kedua direncanakan bergulir pada akhir 2026. Fokus pengembangannya akan menyasar penyediaan fasilitas multimedia canggih, seperti layar LED berukuran besar dan video edukasi interaktif.

Langkah ini diharapkan mampu mengubah cara belajar anak usia TK hingga SD agar lebih menyenangkan dan mencetak generasi yang sadar keselamatan. (adm/rds)