KUDUS, Joglo Jateng – Sebanyak 72 pelajar dari Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Mejobo turun tangan langsung memberikan edukasi peduli lingkungan kepada anak-anak di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Jepang, Kecamatan Mejobo. Kegiatan pengimbasan lintas jenjang ini fokus pada upaya menanamkan kebiasaan kelola sampah sejak usia dini.
Edukasi tersebut dikemas dengan pendekatan yang sangat menyenangkan dan tidak membosankan bagi anak-anak.
Kehadiran puluhan delegasi kelas X dari SMAN 1 Mejobo beserta lima guru pendamping ini sukses membawa nuansa interaktif dan dampak sosial yang nyata.
Untuk siswa kelas bawah yakni kelas 1, 2, dan 3, edukasi difokuskan pada pengenalan pemilahan sampah organik dan anorganik. Materi krusial ini disampaikan melalui game atau permainan edukatif, simulasi sederhana, serta contoh nyata dalam keseharian.
Praktik Daur Ulang Galon Bekas
Sementara itu, siswa kelas atas (kelas 4, 5, dan 6) diajak membedah kreativitas melalui praktik daur ulang (recycle). Dalam sesi ini, barang tak terpakai seperti galon bekas disulap menjadi benda fungsional seperti pot tanaman dan wadah kreatif.
Seluruh perlengkapan praktik disiapkan secara swadaya oleh para siswa SMA.
Kepala SMAN 1 Mejobo, Eko Puji Sumaryanto menyampaikan, keberlanjutan program lintas jenjang ini adalah bentuk nyata kontribusi siswa dalam membangun generasi yang peduli lingkungan sekitar.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara sekolah menengah dan sekolah dasar semakin kuat dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan oleh Guru Pendamping, Rahayu. Ia menilai edukasi kelola sampah anak SD ini melatih siswa SMA untuk peka terhadap isu sosial.
“Interaksi langsung dengan adik-adik SD juga menjadi pengalaman berharga dalam membangun rasa percaya diri dan kepemimpinan,” terangnya.










