JEPARA, Joglo Jateng – Tekanan di papan bawah kian terasa bagi Persijap Jepara usai dipaksa menyerah 0-2 oleh Persija Jakarta dalam lanjutan pekan ke-31 Super League di Stadion Gelora Bumi Kartini, Senin (4/5/2026) malam.
Bermain di hadapan publik sendiri, skuad Laskar Kalinyamat kesulitan keluar dari tekanan sejak awal laga. Tim tamu yang dijuluki Macan Kemayoran tampil lebih tenang dan rapi dalam mengontrol permainan, membuat Persijap lebih banyak bertahan.
Sejak babak pertama dimulai pukul 19.00 WIB, dominasi penguasaan bola berada di kubu Persija. Sejumlah peluang sempat mengancam gawang tuan rumah yang dikawal Sendri Johansah. Pada menit ke-15, ancaman dari situasi bola mati nyaris berbuah gol, namun masih mampu diantisipasi dengan baik.
Lini belakang Persijap yang dihuni Tiri, Diego Brito, serta duet Rahmat Hidayat dan Najeeb Yakubu belum tampil solid. Di sisi lain, koordinasi lini tengah yang dikomandoi Borja Martinez dan Wahyudi Hamisi juga belum padu dengan sektor sayap.
Memasuki pertengahan babak pertama, Persijap mulai berani keluar menyerang. Permainan terbuka pun terjadi dengan jual beli serangan. Namun, absennya Carlos Franca membuat lini depan tuan rumah kurang tajam dalam penyelesaian akhir. Hingga turun minum, skor tetap bertahan imbang tanpa gol.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat. Persijap mencoba tampil lebih agresif demi mengamankan poin di kandang. Pergantian pemain dilakukan pada menit ke-58 dengan memasukkan Sudi Abdallah menggantikan Alexis Gomez.
Peluang emas sempat dimiliki Persijap melalui skema serangan cepat. Bola liar hasil penetrasi Wahyudi disambar Sudi di depan gawang, namun tendangannya masih melebar.
Petaka datang pada menit ke-68. Berawal dari kesalahan antisipasi di lini belakang, Persija memanfaatkan bola kedua. Umpan silang yang mengarah ke tengah langsung disambar keras oleh Muhammad Rayhan dan tak mampu dibendung. Skor berubah 0-1.
Gol tersebut membuat permainan Persijap kehilangan ritme. Kesalahan-kesalahan mendasar mulai muncul dan dimanfaatkan tim tamu untuk terus menekan. Di sisa waktu pertandingan, Persijap berupaya mengejar ketertinggalan. Namun, lemahnya penyelesaian akhir membuat peluang demi peluang gagal berbuah gol.
Alih-alih menyamakan kedudukan, Persijap kembali kebobolan di masa tambahan waktu. Serangan balik cepat membuat Gustavo yang lolos dari kawalan dengan mudah menaklukkan kiper setelah melewati Sendri. Gol pada menit ke-99 memastikan kemenangan Persija menjadi 0-2.
Hasil ini membuat posisi Persijap turun ke peringkat ke-14, setelah disalip PSM Makassar yang meraih kemenangan di laga lain. Ancaman degradasi pun semakin nyata.
Pelatih Persijap, Mario Lemos, mengakui timnya kesulitan mengembangkan permainan sejak awal. “Babak pertama kita tidak bisa keluar dari tekanan. Saat mencoba membalas, justru kebobolan lagi. Kita sudah berusaha, tapi belum sesuai harapan,” ujarnya.
Meski demikian, Lemos menilai, timnya layak meraih kemenangan berkat kontrol permainan yang baik sepanjang laga. (oka/gih)










