6.271 Koperasi Merah Putih di Jateng Telah Beroperasi, Cek Daftar Daerah Terbanyak di Sini

BERI KETERANGAN: Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Eddy Sulistiyo Bramiyanto, saat ditemui di Kota Semarang, belum lama ini. (HAFIFAH NUR CHASANAH/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah mencatat sebanyak 8.523 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) telah terbentuk di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.271 unit atau sekitar 73 persen telah beroperasi dan mulai melayani kebutuhan masyarakat.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Eddy Sulistiyo Bramiyanto, mengatakan sebagian besar koperasi telah menjalankan berbagai layanan usaha. Mulai dari gerai sembako, layanan keuangan, hingga produk unggulan lokal.

Namun, pengembangan koperasi masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait kapasitas sumber daya manusia (SDM), inovasi bisnis, dan akses permodalan.

“Total KDMP dan KKMP ada 8.523 unit, dengan 6.271 unit sudah operasional atau sekitar 73 persen,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).

Ia merinci, mereka melayani sembako, laku pandai, simpan pinjam, klinik, gerai obat, serta produk-produk unggulan lokal.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Pati menjadi daerah dengan jumlah koperasi operasional terbanyak, yakni 405 unit.

Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Klaten dengan 346 unit, disusul Grobogan 280 unit, Magelang 278 unit, Kebumen 277 unit, dan Purworejo 269 unit. Kemudian disusul Boyolali dan Rembang masing-masing 267 unit, Temanggung 265 unit, serta Banjarnegara 235 unit.

Bram menjelaskan, secara fisik bangunan koperasi telah mengikuti konsep yang ditetapkan pemerintah.

Fasilitas yang tersedia meliputi kantor koperasi, gerai sembako, unit simpan pinjam, klinik desa, apotek desa, gudang atau cold storage, hingga ruang usaha yang disesuaikan dengan potensi lokal masing-masing daerah.

Meski demikian, peningkatan kapasitas pengurus dan pengawas koperasi masih menjadi tantangan utama.