KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Desa Langgardalem, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, menggelar Kirab Budaya Muharram 1448 Hijriah sebagai rangkaian peringatan Tahun Baru Islam, Minggu (28/6/2026). Kegiatan bertema “Guyub Bareng Menjaga Tradisi, Memperkuat Peradaban” tersebut menjadi wadah mempererat persaudaraan masyarakat sekaligus melestarikan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kirab budaya dilaksanakan selepas Magrib dengan mengambil titik awal di kawasan eks Pasar Barito dan berakhir di halaman Makam Mbah Panggung. Prosesi tersebut diikuti berbagai unsur masyarakat. Mulai dari warga Desa Langgardalem, perangkat desa, lembaga desa, pengurus kelenteng, pondok pesantren, pengelola punden dan mbelik, hingga tokoh masyarakat.
Selain kirab budaya, panitia juga menghadirkan berbagai kegiatan pendukung berupa gunungan hasil bumi, bazar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta layanan cek kesehatan gratis (CKG). Kehadiran kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian budaya, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Kepala Desa Langgardalem, Muhammad Khoirul Amin mengatakan, Kirab Budaya Muharram bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Kegiatan tersebut merupakan ikhtiar bersama dalam merawat budaya sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat.
Ia berharap seluruh masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam setiap rangkaian kegiatan. Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci agar tradisi tetap lestari sekaligus mampu memperkuat persatuan di tengah kehidupan sosial yang semakin dinamis.
“Kami berharap seluruh masyarakat Desa Langgardalem dapat berpartisipasi dan bersama-sama memohon keberkahan kepada Allah SWT agar Desa Langgardalem senantiasa menjadi desa yang maju, rukun, aman, dan sejahtera,” tambah Khoirul.
Sementara itu, Ketua Panitia Kirab Budaya Muharram 1448 H, Naelatus Salamah mengatakan, seluruh persiapan telah dilakukan secara matang agar pelaksanaan kegiatan berjalan lancar. Menurutnya, kirab budaya tahun ini dirancang tidak hanya sebagai perayaan Tahun Baru Islam, tetapi juga sebagai ruang berkumpulnya masyarakat untuk memperkuat semangat kebersamaan.
Ia menjelaskan, keberadaan gunungan hasil bumi menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas rezeki yang telah diberikan. Di sisi lain, bazar UMKM juga diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat melalui promosi berbagai produk unggulan lokal.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan meramaikan Kirab Budaya Muharram 1448 H sebagai momentum memperkuat persatuan, melestarikan tradisi, dan membangun kebersamaan untuk kemajuan Desa Langgardalem,” kata Naelatus.
Ia menambahkan, panitia sengaja menghadirkan layanan cek kesehatan gratis agar masyarakat memperoleh manfaat langsung dari kegiatan tersebut.
“Kami juga menyiapkan bazar UMKM, gunungan, hingga layanan cek kesehatan gratis sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya meriah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi warga,” pungkasnya.
Pihaknya berharap semangat gotong royong, toleransi, dan kepedulian sosial terus terjaga. Tradisi yang dipadukan dengan nilai-nilai keislaman tersebut diharapkan mampu menjadi penguat identitas desa sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat yang rukun, maju, dan sejahtera. (adm/fat/rds)










