Menurut Asrofi, pendekatan tersebut merupakan bentuk penerapan ekonomi sirkular yang tidak hanya mengurangi limbah produksi, tetapi juga ikut memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat melalui produk kreatif.
Usaha tersebut mulai dirintis pada 2024 dengan nama MAJIQ Bouquet sebelum berkembang menjadi MAJIQ Florist. Kini, produk yang ditawarkan semakin beragam, mulai dari buket bunga, flower box, dan standing flower.
“Bahkan berbagai paket hadiah yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan untuk momen wisuda, ulang tahun, pernikahan, maupun acara spesial lainnya,” jelasnya.
Keberhasilan memperoleh pendanaan P2MW 2026 menjadi langkah penting dalam pengembangan usaha mereka. Selain memperoleh dukungan modal, tim juga mendapatkan kesempatan meningkatkan kemampuan dalam menyusun strategi bisnis, memahami kebutuhan pasar, serta merancang pengembangan usaha yang berkelanjutan.
Sementara itu, Dosen pendamping, Savitri Wanabuliandari, menilai pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa UMK mampu mengembangkan ide kreatif menjadi usaha yang memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat sosial.
Menurutnya, kemampuan mengombinasikan teknologi digital dengan budaya lokal merupakan keunggulan yang dapat meningkatkan daya saing produk di tengah persaingan industri kreatif. Ia berharap pengalaman melalui P2MW dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan usaha hingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
“Kami terus berkomitmen memperluas pemasaran, meningkatkan kapasitas produksi, serta menyempurnakan fitur digital yang dimiliki,” pungkasnya. (adm/fat/rds)










