KUDUS, Joglo Jateng – Universitas Muria Kudus (UMK) menjadikan peringatan Dies Natalis ke-46 beberapa waktu lalu sebagai momentum penting untuk mempercepat langkah menuju perguruan tinggi berkelas dunia. Rektor UMK, Darsono, menegaskan bahwa usia ke-46 menjadi fase transisi atau switching bagi kampus setelah berhasil meraih akreditasi Unggul.
Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar prestasi administratif, tetapi menjadi titik awal untuk membuktikan keunggulan UMK melalui dampak nyata bagi masyarakat serta peningkatan reputasi di tingkat internasional.
“Dies Natalis ke-46 ini merupakan etape pertama bagi kita untuk membuktikan dan mengeskalasi keunggulan UMK, baik dalam memberikan dampak lokal maupun membangun reputasi global,” ujarnya.
Dalam rangkaian peringatan Dies Natalis, UMK juga menampilkan berbagai diorama yang menggambarkan inovasi dan komitmen kampus menuju visi masa depan. Darsono berharap seluruh sivitas akademika dapat bergerak secara bersama-sama, saling berbagi gagasan, dan memperkuat kebersamaan dalam mewujudkan target besar universitas.
Ia menjelaskan, UMK telah menyusun Rencana Pengembangan Jangka Menengah hingga tahun 2029. Sasaran utama yang ingin dicapai adalah menjadikan UMK sebagai perguruan tinggi yang mapan di tingkat internasional.
Pada tahun ini, UMK mengusung tema ‘Dampak Keunggulan di Masyarakat’. Selanjutnya, pada 2027 kampus akan mulai menumbuhkan rekognisi internasional, kemudian memasuki tahap pemantapan pada 2028. Sementara pada 2029, UMK menargetkan terciptanya kemandirian lokal yang mendukung pengakuan internasional tersebut.
“Pada jangka panjang, sesuai RPJP, tahun 2041 kita menargetkan UMK menjadi World Class University yang mandiri,” katanya.
Darsono menambahkan, berbagai capaian hingga 2025 menjadi fondasi kuat bagi percepatan pengembangan universitas. Secara kelembagaan, UMK telah memperoleh akreditasi Unggul serta mendirikan Program Pascasarjana dan menerapkan kebijakan lima hari kerja.
Dari sisi sumber daya manusia, sebanyak 33,1 persen dosen UMK telah bergelar doktor atau melampaui target nasional yang baru diproyeksikan tercapai pada 2030. Selain itu, UMK kini memiliki lima guru besar dan terus mengalami peningkatan jumlah dosen pada jenjang lektor dan lektor kepala.
“Pada sektor tenaga kependidikan, sekitar 80 persen telah berpendidikan sarjana dan 74 persen di antaranya telah tersertifikasi,” katanya.
Prestasi mahasiswa juga menunjukkan perkembangan signifikan. UMK berhasil masuk Klaster 1 Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), sejajar dengan sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia. Kampus ini juga meraih penghargaan sebagai universitas terbaik dalam kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Semua capaian ini menjadi modal awal dan pijakan utama untuk melangkah lebih cepat demi kemajuan UMK di masa depan,” pungkasnya. (adm/rds)










