Kudus  

23 Ekor Kambing di Kudus Hangus Terbakar Gara-Gara Obat Nyamuk Tradisional, Sisa 1 yang Lolos

HANGUS: Kebakaran melanda kandang kambing milik warga di Gang 13 RT 01 RW 03, Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Selasa (16/6/2026) pagi. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Kebakaran melanda kandang kambing milik warga di Gang 13 RT 01 RW 03, Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Selasa (16/6/2026) pagi, sesaat setelah waktu subuh. Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 23 ekor kambing jenis gibas mati hangus terbakar, sementara satu ekor berhasil selamat.

Putra pemilik kandang, Lutfi Azhar, mengungkapkan bahwa dirinya pertama kali mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat kabar dari tetangga.

“Awalnya saya di rumah, kemudian ada tetangga datang ke rumah mengabari kalau kambing bapak saya itu terbakar. Kemudian saya kemari, posisinya sudah terbakar, kambingnya sudah meninggal semuanya,” terangnya.

Saat tiba di lokasi, api masih berkobar dan warga langsung berupaya melakukan pemadaman secara manual.

“Masih ada apinya. Kami bersama warga sekitar dan beberapa saksi, sekitar empat sampai lima orang termasuk saya, mencoba memadamkan api secara manual,” katanya.

Lutfi menduga kebakaran dipicu oleh perapian tradisional atau pedian yang biasa digunakan untuk mengusir nyamuk di sekitar kandang kambing pada malam hari.

“Biasanya digunakan untuk mengurangi nyamuk karena kalau malam nyamuknya banyak. Kebiasaannya bapak memang memediani kandang. Mungkin ada keteledoran, apinya kurang benar-benar padam lalu merambat ke kandang,” jelasnya.

Api dengan cepat membesar karena kandang terbuat dari bahan yang mudah terbakar. “Kandangnya terbuat dari kayu dan bambu, sehingga api cepat merambat,” tambahnya.

Dari total 24 ekor kambing yang berada di kandang, sebanyak 23 ekor tidak berhasil diselamatkan. “Total besar-kecil ada 24 ekor. Yang hangus 23 ekor, sedangkan yang selamat ada satu ekor karena sempat lari,” ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. “Kalau saya tafsir, kerugiannya sekitar Rp 25 juta sampai Rp 30 juta,” ujarnya.

Di lokasi terdapat tiga kandang, namun yang aktif digunakan hanya dua kandang. Kandang yang terbakar merupakan milik ayah Lutfi, sementara kandang lainnya milik warga sekitar. (uma/rds)